[1D1H] 18 Agustus, Mengenal Sejarah Hari Penelitian Kanker Payudara Dunia

Ilustrasi World Breast Cancer Research Day. Foto: Jagran Josh

 

JAKARTA – Setiap tahun pada tanggal 18 Agustus, dunia memperingati Hari Penelitian Kanker Payudara Sedunia. Hari ini didedikasikan untuk penelitian yang telah mengubah perawatan kanker payudara dan terus mendorong lebih dekat ke penyembuhan.

Tanggal tersebut menjadi pengingat akan kenyataan yang menyadarkan: 1 dari 8 perempuan dan 1 dari 833 laki-laki akan didiagnosis kanker payudara seumur hidup mereka.

Dilansir dari laman Times of India, secara global kanker payudara menyumbang 12% dari seluruh kanker yang terdiagnosis, sementara di AS.

Menurut American Cancer Society, kanker payudara menyumbang 30% dari kasus kanker baru pada perempuan setiap tahunnya. Untuk laki-laki, diperkirakan terdapat 2.800 kasus baru kanker payudara invasif setiap tahunnya.

Sejarah penelitian kanker payudara

Kanker payudara bukanlah penyakit modern. Penyakit ini dapat ditelusuri kembali hingga 3000 SM, ketika orang Yunani kuno memberikan persembahan berbentuk payudara kepada Asclepius, dewa pengobatan.

Hipokrates kemudian berteori bahwa kanker payudara adalah penyakit sistemik, sebuah gagasan yang bertahan hingga 1700-an, ketika dokter Prancis Henri Le Dran menyarankan pembedahan dapat menyembuhkan.

Pada akhir tahun 1800-an, mastektomi pertama dilakukan, yang cukup efektif tetapi meninggalkan tantangan yang seignifikan bagi para penyintasnya.

Terobosan terus berlanjut: penemuan radium oleh keluarga Curie pada tahun 1898 membuka jalan bagi perawatan radiasi awal, pendahulu kemoterapi masa kini.

Pada tahun 1930-an, menggabungkan pembedahan dengan radiasi yang ditargetkan meningkatkan hasil dan kualitas hidup.

Selama beberapa dekade, penelitian telah membangun kemajuan ini yang menghasilkan pilihan perawatan modern, pembedahan, radiasi, kemoterapi, dan yang semakin meningkat, terapi bertarget yang diberikan secara intravena atau dalam bentuk pil.

Saat ini, sains telah menambahkan alat yang bahkan lebih ampuh: pengujian genetik. Dengan mengidentifikasi mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2, individu dengan riwayat keluarga kanker payudara dapat lebih memahami risiko mereka dan membuat pilihan yang proaktif.

Meskipun bulan Oktober telah lama dikaitkan dengan kesadaran kanker payudara, Hari Penelitian Kanker Payudara Sedunia memastikan bahwa hari ini berfungsi sebagai pengingat bahwa penelitian adalah landasan kemajuan dan bahwa mereka yang terdampak penyakit ini layak mendapatkan dukungan global yang berkelanjutan.

Hari ini ditetapkan pada Mei 2021 oleh Yayasan Dr. Susan Love untuk Penelitian Kanker Payudara, sebuah organisasi yang memiliki misi untuk memusatkan suara pasien dan mendorong penelitian inovatif.

Pada tahun 2024, Yayasan Penelitian Kanker Tower melanjutkan warisan tersebut dengan mendirikan Dana Dr. Susan Love untuk Penelitian Kanker Payudara guna memperluas sumber daya dan memperkuat perjuangan melawan penyakit ini.

Dalam laman World Breast Cancer Research Day, Dr. Susan Love berharap bahwa Hari Penelitian Kanker Payudara Sedunia akan menjadi hari penting dalam sejarah yang akan memungkinkan kita mencapai dunia yang bebas dari kanker payudara.

Rasinesia

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top