
JAKARTA – World Humanitarian Day atau Hari Kemanusiaan Sedunia lebih dari sekadar hari untuk mengenang para pekerja kemanusiaan yang mendedikasikan hidup mereka untuk tujuan kemanusiaan.
Hari Kemanusiaan Sedunia pada 19 Agustus diperingati sebagai penghormatan bagi para pekerja bantuan kemanusiaan di seluruh dunia.
Ditetapkan oleh PBB pada tahun 2009, hari ini memperingati hari jadi atas peristiwa pengeboman markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di Baghdad, Irak. Sebanyak 22 orang tewas, termasuk Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Hak Asasi Manusia, Sergio Vieira de Mello.
Para pekerja kemanusiaan memberikan bantuan dan menyelamatkan orang-orang yang menderita di seluruh dunia. Para pekerja tinggal di zona konflik atau di daerah hancur akibat bencana alam yang sangat rentan.
Sergio Vieira de Mello menjadi salah satu sosok di balik hari peringatan ini.
Sergio Vieira de Mello
Dilansir dari laman National Today, Sergio lahir dan besar di Brasil dan bekerja selama 34 tahun untuk membantu para korban konflik bersenjata dengan membawa bantuan dan memastikan penderitaan mereka didengar secara global.
Sebagai Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Hak Asasi Manusia, menciptakan kesadaran adalah aspek penting dari kampanye Sergio.
Ia mencoba yang terbaik untuk memastikan bahwa mereka yang tinggal di negara-negara Dunia Pertama dan wilayah tanpa konflik akan mendapatkan perspektif yang berbeda tentang wilayah yang dilanda perang.
Hal demikian dilakukan untuk menunjukkan bahwa ada lebih dari sekadar konflik politik dan kematian dari para pejuang.
Dengan cara tertentu, Sergio mencoba membawa pendekatan yang lebih manusiawi dalam memandang perang, dengan berfokus pada kehidupan manusia yang tidak bersalah yang berjuang untuk bertahan hidup dan terjebak dalam konflik yang tidak ingin mereka ikuti.
Hari Kemanusiaan Sedunia
United Nation mencatat, pada 19 Agustus 2003, sebuah serangan bom di Hotel Canal di Baghdad, Irak, menewaskan 22 pekerja bantuan kemanusiaan, termasuk Sergio Vieira de Mello.
Setelah insiden tragis ini, Yayasan Sergio Vieira Mello dan keluarga de Mello bekerja sama dengan Duta Besar Prancis, Swiss, Jepang, dan Brasil di Jenewa dan New York, mengarahkan rancangan untuk mendedikasikan hari khusus melalui Majelis Umum.
Pada tahun 2009, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa secara resmi memprakarsai Hari Kemanusiaan Sedunia yang pertama.
Hari ini dijadikan untuk menghormati para pekerja bantuan yang berani seperti Sergio yang tanpa pamrih mengabdi setiap hari untuk menjadikan dunia tempat yang lebih baik bagi mereka yang kurang mampu. Dan juga, bagi mereka yang terancam oleh perang dan kehilangan rumah serta mata pencaharian.
Pada tahun 2019, setidaknya 483 staf bantuan diculik, diserang, atau dibunuh, dan situasinya tidak lebih baik pada tahun 2020 selama pandemi COVID-19.
Setiap tahun, Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingati Hari Kemanusiaan Sedunia dengan sebuah tema. Tema ini menyatukan semua orang dari seluruh ekosistem kemanusiaan untuk meningkatkan dan menumbuhkan kesadaran akan kelangsungan hidup, kesejahteraan, dan martabat orang-orang yang terdampak krisis serta keselamatan para pekerja kemanusiaan.
Penghormatan bagi ribuan pekerja kemanusiaan yang telah gugur dan terluka dalam menjalankan tugas mereka adalah bagian dari cara kita untuk mengenang jasa-jasa mereka dalam upaya menjaga kedamaian dunia.
Tahukah Anda bahwa pada suatu saat di tahun 2021, 235 juta orang di 26 negara membutuhkan bantuan kemanusiaan? Tentunya, hari ini diperingati tak lain dan tak bukan untuk menghormati para pekerja yang terus mengabdi untuk memberikan dukungan dan perlindungan kepada orang-orang yang membutuhkan seperti mereka.
Hari ini juga untuk mengingatkan kita bahwa merekalah yang membuat hidup kita jauh lebih mudah dan aman, serta mengenang upaya para pekerja kemanusiaan yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk membantu masyarakat terdampak di masa krisis global.
Rasinesia