
JAKARTA – Aroma kacang panggang bercampur gula karamel memenuhi dapur. Di atas meja, pecan—kacang asli benua Amerika—tampak menggugah selera. Siapapun yang melihatnya berada di dalam kue yang berbentuk pie tentu dengan senang hati ingin menikmatinya.
Menurut peneliti bahasa yang ditulis dalam laman I Love Pecans, nama “pecan” sendiri berakar dari bahasa Algonquin, suku asli bangsa Kanada, untuk menyebut “kacang yang perlu dipecahkan dengan batu”.
Sebuah jejak panjang budaya makan masyarakat asli jauh sebelum orang Eropa singgah dan menyebutnya dengan nuez de la arruga atau “si kacang berkerut.”
Jika kacang pecan memiliki sejarah yang panjang, pecan pie atau pai pecan yang kita kenal hari ini adalah kuliner yang sedikit lebih muda sejarahnya.
The Old Foodie mencatat, rekam jejak paling awal yang bisa ditelusuri peneliti kuliner muncul pada 6 Februari 1886 di majalah Harper’s Bazaar: sebuah custard pecan pie dengan teknik merebus pecan dalam susu sebelum dicampur ke adonan custard.
Resep ini menandai kemunculan awal pai pecan dalam bentuk tertulis, seraya membantah legenda-legenda yang mengaitkannya ke abad-abad sebelumnya tanpa bukti cetak.
Di paruh awal abad ke-20, peta rasa pai pecan berubah dan mengalami perkembangan. Karo Syrup, sirup jagung komersial yang lahir pada 1902, perlahan-lahan menggantikan molase dan sirup tebu dalam banyak resep rumahan.
Iklan dan buku resep mendorong cara baru memakai karo dan pada akhir 1920-an sampai awal 1930-an, koran, lomba pai daerah, bahkan menu restoran, mulai menyebut karo pecan pie dalam setiap tulisan, menu, bahkan iven kuliner.
Dilansir dari laman The Food Historian, para sejarawan kuliner menemukan bukti resep karo pecan pie muncul setidaknya sejak tahun 1925, dan catatan Oklahoma menyebut salah satu resep koran paling awal pada 19 Februari 1931. Di sinilah pecan pie modern (lengket, bening gelatin, manis) menemukan bentuk masyhurnya.
Bila ada “tokoh” di balik kisah popularitasnya, tentu bukanlah satu orang tunggal, melainkan rangkaian banyak pihak. Perusahaan sirup yang lincah beriklan hingga penguji makanan yang rajin menguji resep.
Bahkan, Eleanor Roosevelt, yang oleh sebagian sejarawan kuliner disebut-sebut ikut mempopulerkan sajian ini di meja Amerika. Pengklaiman ini ditopang oleh arsip resep dan liputan kuliner era 1930-an.
Coklat dan Pecan
Lalu darimana kemudian cokelat masuk dan “kawin” dengan pecan? Di Amerika Selatan, kreativitas dapur menjodohkan pecan dengan cokelat dan bourbon, wiski khas Amerika yang didominasi dari bahan jagung dan campuran biji-bijian.
Salah satu turunan paling tersohor adalah derby pie (1954) ciptaan pasangan Walter & Leaudra Kern di Kentucky. Laman Epicurious menuliskan, derby pie merupakan pai kacang berisi keping cokelat yang kemudian di trademark atau diberi merek dagang dan jadi ikon perayaan Kentucky Derby.
Versi-versi lain menaburkan chocolate chips ke dalam isian pai pecan klasik, atau melelehkan cokelat ke adonan sehingga rasa menjadi lebih pekat. Dari sinilah chocolate pecan pie mendapatkan tempatnya, sebuah jalan menuju kenikmatan bagi para penyuka cokelat dan kacang dalam satu gigitan.
20 Agustus sebagai National Chocolate Pecan Pie Day di Amerika
Pada 20 Agustus, para penggemarnya merayakan National Chocolate Pecan Pie Day atau Hari Nasional Kue Cokelat Kacang Pecan. Meski hari ini tidak resmi di kalender hari tematik populer di Amerika, menariknya lembaga pencatat hari-hari unik seperti National Day Calender mengakui peringatannya pada 20 Agustus setiap tahunnya. Sebuah tradisi kuliner yang lahir dari kebiasaan, komunitas, dan tentu saja, oven yang hangat.
Texas, negara bagian di selatan Amerika Serikat bahkan menetapkan pecan pie sebagai “state pie” (2013), jenis pai yang secara resmi diakui atau populer di suatu negara bagian.
Buku-buku resep arus utama baru memasukkan pecan pie setelah 1940-an. Di dapur-dapur keluarga, variasi itu semakin akrab Mulai dari custard ala awal abad ke-20 sampai versi karo yang bening dan lumer. Kemudian, dari race-day chocolate pecan pie hingga pai beraroma bourbon.
Pecan pie pada akhirnya adalah cerita tentang Amerika Selatan, tentang bahan pangan pribumi yang naik kelas menjadi ikon nasional dan tentang bagaimana sepotong pai bisa menyatukan sejarah dengan rasa.
Jadi, bila 20 Agustus datang di Amerika Serikat dan negara bagiannya, seolah-olah hari ini mereka sedang mengiris lapisan sejarah lewat pecan pie. Lapis pertama adalah warisan masyarakat asli benua ini; lapis kedua ledakan industri pangan dan resep koran tahun 1920–30an; dan di puncak pada lapisan terakhir, taburan keping cokelat yang membuatnya “bertanggal” secara manis di kalender perayaan.
Selamat merayakan National Chocolate Pecan Pie Day atau Hari Nasional Kue Cokelat Kacang Pecan. Jika Anda memanggang dan membuatnya hari ini, Anda sedang melanjutkan sebuah tradisi yang sejarah panjangnya telah lebih dari seabad.
Rasinesia