
JAKARTA – Peringatan Hari Ninoy Aquino menandai pembunuhan Benigno “Ninoy” Aquino Jr. pada tanggal 21 Agustus 1983 di dalam sejarah kelam Filipina.
Peristiwa tersebut berlangsung di Bandara Internasional Manila yang saat ini telah berganti nama menjadi Bandara Internasional Ninoy Aquino sebagai bentuk penghormatan.
Sejarah
Pada tahun 1972, Presiden Ferdinand Marcos memberlakukan darurat militer di Filipina, menempatkan dirinya sebagai seorang otoriter.
Alasan pemberlakuan undang-undang ini adalah untuk melindungi negara dari pembangkangan sipil dan komunisme, tetapi banyak yang percaya bahwa itu sebenarnya untuk mengamankan kediktatoran Marcos.
Banyak institusi publik ditutup dan siapa pun yang secara terbuka menentang Marcos selama masa ini akan dipenjara oleh militer. Pelanggaran hak asasi manusia dilakukan oleh militer dan ekonomi masyarakat pada saat itu sangat menderita.
Pada akhirnya, Marcos bertemu dengan lawannya yang cukup sepadan; Senator Aquino.
Melihat kediktatoran Marcos, Senator Aquino mulai menentangnya secara vokal. Hingga pada akhirnya, untuk melawan Marcos, Aquino dijebloskan ke dalam penjara.
Senator yang bernama lengkap Benigno “Ninoy” Aquino Jr itu adalah seorang tokoh politik Filipina berpengaruh dan inspiratif yang memperjuangkan kemerdekaan dan demokrasi yang bebas di Filipina.
Setelah menjalani hukuman penjara karena penentangannya terhadap Presiden Ferdinand Marcos, Aquino diizinkan pindah ke AS untuk perawatan medis pada tahun 1980 setelah ia menderita serangan jantung.
Namun, dia tidak berhenti memperjuangkan kebebasan rakyatnya, dan terus mengadvokasi hal tersebut di AS. Aquino, yang telah pergi ke pengasingan setelah dibebaskan, berencana untuk memasuki kembali politik Filipina.
Pada bulan Agustus 1983, Aquino memutuskan untuk kembali ke negaranya untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum tahun 1984 melawan Marcos.
Dia sadar akan risiko yang akan dihadapi, namun ia tetap berprinsip teguh dan melanjutkannya.
Saat mendarat di Bandara Internasional Manila pada 21 Agustus, Aquino dibunuh. Banyak yang percaya bahwa hal ini dilakukan atas perintah Marcos.
Peristiwa ini menimbulkan keributan dari warga. Kematian Ninoy memicu protes yang meluas di seluruh negeri dan berujung pada kejatuhan kediktatoran Marcos dan kepresidenan Maria Corazón.
Hari ini, 21 Agustus, sangat penting karena untuk menghormati pengorbanan dan kontribusi Aquino dalam memulihkan demokrasi di Filipina.
Hari ini ditetapkan sebagai hari libur penting dalam sejarah Filipina, yang menandai 21 Agustus sebagai Hari Ninoy Aquino.
Hari yang ditetapkan pada tahun 2004 ini menjadi hari yang selamanya diperingati di Filipina sebagai bagian dari kehidupan mereka dan warisan dari pahlawan kebebasan yang dicintai.
Sejarah Filipina mengenang pengorbanan terbesar yang dilakukan Ninoy Aquino untuk rakyat Filipina.
Sebelum kematian Aquino yang terlalu cepat, dia dianggap sebagai pembawa bendera untuk kemajuan demokrasi modern Filipina.
Rasinesia