
JAKARTA – Film terbaru waralaba Predator, berjudul Predator: Badlands menjadi pemuncak box office akhir pekan ini dengan perolehan mengejutkan sebesar $40 juta dari penayangan domestik. Capaian ini melampaui ekspektasi awal dan sekaligus memecahkan rekor pembukaan terbesar dalam sejarah waralaba tersebut.
Dilansir dari Variety, dengan pendapatan tersebut, Badlands melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh Alien vs. Predator (2004) dengan $38 juta (belum disesuaikan dengan inflasi).
Sejak kemunculan film pertama Predator pada 1987 yang dibintangi Arnold Schwarzenegger, seri ini telah melahirkan sejumlah sequels, reboot, hingga crossover film dengan Alien. Kini, Badlands menandai kebangkitan besar bagi semesta fiksi ilmiah legendaris ini.
Angin segar bagi industri yang lesu
Kesuksesan Badlands datang di tengah kondisi box office yang lesu sepanjang Oktober akibat “kegagalan” film besar seperti Tron: Ares dan The Smashing Machine. Analis industri menyebut keberhasilan ini sebagai sinyal positif menjelang perilisan film besar November seperti The Running Man, Now You See Me 3, Wicked: For Good, dan Zootopia 2.
“Predator: Badlands menunjukkan betapa dinamis dan tak terduganya pasar film. Satu film dengan performa luar biasa bisa mengubah momentum industri sepenuhnya,” ujar Paul Dergarabedian, analis Comscore, sebagaimana ditulis Variety, Minggu (9/11/2025).
Diproduksi oleh Disney dan 20th Century Studios, Badlands awalnya diproyeksikan hanya mengantongi $25-30 juta di akhir pekan pertama. Namun, berkat ulasan positif, nilai A- di CinemaScore, serta strategi rilis dengan rating PG-13, film ini berhasil menjangkau penonton lebih luas. Format premium seperti IMAX, Dolby, dan 3D juga menyumbang 59% dari total pendapatan domestik.
Secara global, film ini meraup tambahan $40 juta dari pasar internasional, menghasilkan total awal sekitar $80 juta dari biaya produksi yang berkisar di angka $105 juta.
Kembalinya sutradara dan kisah baru
Sutradara Dan Trachtenberg kembali ke kursi sutradara setelah sukses lewat Prey (2022) dan Predator: Killer of Killers (2025) yang dirilis eksklusif di platform streaming.
Badlands sendiri menghadirkan kisah tentang seorang pemburu alien terbuang (diperankan Dimitrius Schuster-Koloamatangi) yang menjalin aliansi tak terduga dengan manusia muda (Elle Fanning) dalam misi berbahaya melawan ancaman mematikan.
Kritikus Peter Debruge menyebut film ini sebagai film Predator paling menarik dan paling kuat sejak versi orisinal tahun 1987.
Persaingan di Box Office
Badlands dengan mudah mengungguli sejumlah rilisan baru seperti Die My Love (Jennifer Lawrence & Robert Pattinson), Nuremberg (Rami Malek), Christy (Sydney Sweeney), dan Sarah’s Oil dari Amazon MGM.
Sarah’s Oil mencatat debut kuat dengan $4,5 juta dari 2.410 bioskop dan memperoleh nilai A+ CinemaScore, menempati posisi keempat. Kemudian, Nuremberg menempati posisi kelima dengan $4,1 juta dan disukai penonton meski kritik berdatangan terhadap film tersebut dengan memperoleh nilai 68% di Rotten Tomatoes.
Sementara itu, Die My Love hanya menghasilkan $2,8 juta dan dinilai buruk oleh penonton dengan memperoleh nilai D+ CinemaScore. Sedangkan film Christy gagal menarik perhatian dengan hanya $1,3 juta.
Film lain seperti Regretting You bertahan di posisi kedua dengan $7,1 juta dan Black Phone 2 di posisi ketiga dengan $5,3 juta di pekan ketiganya.
Baca Selengkapnya: “Black Phone 2” Pimpin Box Office dengan $26,5 Juta di Akhir Pekan Oktober yang Lesu
Di sisi lain, film produksi arthouse seperti Sentimental Value dari sutradara Norwegia Joachim Trier mencatat prestasi membanggakan di perilisan terbatas — $200 ribu dari empat layar di New York dan Los Angeles, salah satu rata-rata per layar tertinggi pascapandemi.
Keberhasilan Predator: Badlands menjadi momen penting bagi industri film Hollywood di tengah ketidakpastian pascapandemi. Film ini bukan hanya mencatat rekor baru bagi waralaba, tetapi juga membuktikan bahwa kombinasi ulasan positif, rating yang lebih ramah keluarga, dan strategi rilis cermat masih bisa menghidupkan kembali semangat penonton untuk kembali ke bioskop.
Dengan deretan film besar yang akan tayang hingga akhir tahun, termasuk Zootopia 2 dan Avatar: Fire and Ash, sepertinya Disney siap menutup 2025 sebagai penguasa box office dunia.
Rasinesia

