
JAKARTA – Film animasi terbaru Disney, Zootopia 2, membuka perilisannya di Tiongkok dengan hasil yang mencengangkan. Dalam libur panjang akhir pekan, film ini meraup pendapatan box office US$272 juta hanya dalam lima hari, menjadi pembukaan terbesar Hollywood dalam beberapa tahun terakhir.
Dilansir dari The Hollywood Reporter, performa ini mengingatkan kembali pada masa ketika pasar film Tiongkok begitu menjanjikan bagi studio Hollywood, sebelum akhirnya penonton lokal mulai lebih menyukai film-film dalam negeri.
Namun kali ini, Zootopia 2 berhasil menembus pasar dengan sangat kuat dan memikat penonton dari segala usia.
Peluncuran spektakuler ini menjadi pembukaan terbesar kedua sepanjang sejarah bagi film asal Amerika di Tiongkok, hanya kalah dari Avengers: Endgame yang mengantongi US$330,5 juta. Zootopia 2 juga memecahkan hampir semua rekor yang mungkin untuk film animasi nonlokal di Tiongkok—mulai dari pembukaan terbesar, pendapatan harian tertinggi, hingga total kumulatif tercepat.
Seperti di Amerika Serikat, film ini juga disambut luar biasa di Tiongkok. Di Rotten Tomatoes, Zootopia 2 mendapatkan skor 91 persen. Sementara di platform lokal Tiongkok, skornya lebih impresif lagi mencapai 9,7 di Maoyan (lebih tinggi dari Zootopia yang mendapat 9,5 dan Inside Out 2 dengan 9,1) serta 8,6 di Douban.
Platform Maoyan bahkan memproyeksikan bahwa Zootopia 2 bisa menghasilkan lebih dari US$500 juta di Tiongkok, dengan estimasi total mencapai sekitar US$ 590 juta. Sebagai perbandingan, film Hollywood terbesar kedua di Tiongkok tahun ini adalah Jurassic World: Rebirth dari Universal yang hanya mencapai US$79 juta.
Disney memang sangat berharap banyak pada pasar Tiongkok untuk sekuel ini. Film pertamanya pada 2016 tampil luar biasa, tumbuh dari pembukaan yang relatif kecil (US$22 juta) menjadi film animasi impor terbesar kala itu dengan total US$236 juta.
Baca Selengkapnya: “KPop Demon Hunters” Berpotensi Jadi Tonggak Sejarah Anime di Ajang Bergengsi Oscar
Di Tiongkok, Zootopia dikenal sebagai “Crazy Animal City” dan berhasil menggugah penonton muda, terutama melalui kisah Judy Hopps, kelinci perempuan yang merantau dari desa kecil ke kota besar demi mengejar impiannya. Di Douban, film pertama ini meraih 2,3 juta ulasan dengan skor rata-rata 9,3—salah satu yang tertinggi untuk film impor.
Melihat antusiasme penonton Tiongkok, pada akhir 2023 lalu, Disney membuka zona tematik Zootopia pertama di dunia di Shanghai Disney Resort. Area ini jadi salah satu wahana paling populer dan terus menguatkan daya tarik waralaba di negara tersebut.
Tak heran, Disney memilih Shanghai sebagai lokasi premiere global Zootopia 2 pada 18 November yang dihadiri Ginnifer Goodwin, Ke Huy Quan, sutradara Jared Bush, dan beberapa cast lainnya. Para pengunjung Tiongkok pun tampak meramaikan area dengan kostum bertema Zootopia.
Disney masih memiliki satu film besar yang juga memiliki potensi kuat di Tiongkok untuk 2025: Avatar: Fire and Ash karya James Cameron. Sama seperti Zootopia, waralaba Avatar juga memiliki ikatan emosional yang mendalam dengan penonton Tiongkok.
Film pertamanya pada 2010 menghasilkan US$202,6 juta, angka luar biasa pada masa ketika Tiongkok hanya punya 5.690 layar (kini lebih dari 86.000). Sementara Avatar: The Way of Water meraup US$246 juta pada 2022, meski terkendala pembatasan ketat pandemi COVID-19.
Di tengah ketidakpastian kebijakan dan perubahan budaya di Tiongkok, keberhasilan besar kedua bagi film Hollywood bisa menjadi sinyal bahwa minat penonton lokal terhadap film blockbuster Amerika sebenarnya masih kuat, meski kadang “tertidur” dan akan bangkit jika kualitasnya benar-benar memukau.
Rasinesia


Pingback: James Cameron Pilih Oona Chaplin untuk Jadi Villain di “Avatar: Fire and Ash”, Kalahkan Tiga Kandidat Bintang Besar – Rasinesia