
JAKARTA – Perang yang tengah berkecamuk di Gaza, Palestina menjadi salah satu topik utama dalam konferensi pers dewan juri Venice Film Festival tahun ini. Namun, sutradara Alexander Payne, yang didapuk sebagai ketua juri kompetisi, memilih untuk tidak memberikan pandangan pribadinya terkait isu tersebut.
“Sejujurnya, saya merasa agak tidak siap untuk pertanyaan itu,” ujar Payne saat ditanya tentang krisis kemanusiaan di Gaza, sebagaimana dikutip dari Variety, Rabu (27/8/2025).
“Saya di sini untuk menilai dan berbicara mengenai perfilman. Pandangan politik saya, saya yakin, sejalan dengan banyak dari Anda.” ungkapnya.
Payne menambahkan bahwa pertanyaan soal posisi resmi festival sebaiknya diarahkan kepada kepala atau direktur festival Venice Film Festival, Alberto Barbera. Selama percakapan singkat berdurasi 20 menit itu, tercatat tiga kali pertanyaan serupa dilontarkan kepada Payne.
Sebagaimana keterangan resmi dari Variety, sebelumnya pihak penyelenggara Venice Film Festival memang mendapat desakan dari ratusan pembuat film dan seniman internasional untuk menyatakan sikap tegas terkait konflik di Gaza.
Mereka menyerukan agar festival mengutuk tindakan genosida dan pembersihan etnis terhadap rakyat Palestina oleh pemerintah serta militer Israel.
Selain itu, mereka juga meminta panitia mencabut undangan bagi Gal Gadot dan Gerard Butler, yang tampil dalam film In the Hand of Dante karya Julian Schnabel, karena keduanya secara terbuka menyatakan dukungan terhadap Israel.
Menanggapi hal tersebut, Barbera menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membatalkan undangan bagi artis yang sudah dijadwalkan hadir.
“Kami tidak akan menolak kehadiran para seniman yang diundang. Namun, kami juga tidak pernah ragu untuk menyampaikan rasa duka mendalam atas apa yang terjadi di Gaza dan Palestina. Korban sipil, terutama anak-anak, adalah tragedi yang tidak dapat diterima. Saya rasa posisinya jelas dalam hal ini.” ungkapnya.
Dewan Juri dan Kehadiran Bintang Hollywood
Sebagai sutradara film “The Holdovers” dan “Sideways” yang masuk dalam beberapa nominasi Oscar, Payne memimpin dewan juri tahun ini. Ia akan menilai film-film dalam kompetisi bersama aktris Brasil Fernanda Torres (nominasi Oscar untuk film “I’m Still Here”), penulis naskah Iran Mohammad Rasoulof (“The Seed of the Sacred Fig”), pembuat film Rumania Cristian Mungiu (“4 Months, 3 Weeks and 2 Days”), sutradara Prancis Stéphane Brizé (“Out of Season”), sutradara Italia Maura Delpero (“Vermiglio”) dan aktor-produser Tiongkok Zhao Tao (“Caught by the Tides”).
Semua anggota juri hadir pada konferensi pers hari Rabu, tetapi hanya Payne yang menjadi salah satu pembicara di panel tersebut. Selain itu, hadir pula sineas Skotlandia Charlotte Wells (“Aftersun”), Julia Ducournau (“Titane”), dan Tommaso Santambrogio (“Closing Time”), yang memimpin juri festival di kategori lainnya.
Ungkapan Payne Tentang Kondisi Perfilman Global
Dalam kesempatan itu, Payne juga menyinggung kondisi perfilman global yang tengah berhadapan dengan tantangan besar: menjamurnya layanan streaming dan menurunnya minat penonton bioskop.
“Saya sering menonton film di malam hari sambil tengkurap, tapi saya tetap lebih suka menontonnya di bioskop,” ungkap Payne.
Baca Selengkapnya: “Mr. Scorsese”, Dokumenter Perjalanan Karir Sutradara Legendaris Martin Scorsese Tayang Perdana di Apple TV+ 17 Oktober 2025
Menurut Payne, cara distribusi film sangat menentukan apakah sebuah karya akan menjadi bagian penting dalam percakapan budaya dan sinema.
“Banyak film hebat, baik yang signifikan secara artistik maupun politis, kini kehilangan ruang dalam percakapan sinema hanya karena distribusinya terbatas. Biasanya, film yang tayang di bioskoplah yang bisa membentuk percakapan budaya dan memberikan dampak,” tuturnya.
Ia juga menambahkan, “Bisakah sebuah film mengubah masyarakat dan budaya? Saya tidak tahu. Tapi setidaknya, ketika kita membuat film yang relevan dengan zaman, kita meninggalkan sebuah dokumen.”
Selama 11 hari ke depan, deretan bintang Hollywood seperti Julia Roberts, George Clooney, Adam Sandler, Jacob Elordi, Amanda Seyfried, hingga Emma Stone akan memadati Venice untuk pemutaran perdana berbagai film, termasuk “After the Hunt”, “Jay Kelly”, “Frankenstein”, “The Testament of Ann Lee”, dan “Bugonia”.
Payne sendiri tampak antusias dengan perannya sebagai juri.
“Saya bisa menonton 22 film karya sutradara hebat untuk pertama kalinya di bioskop tanpa tahu apa pun sebelumnya. Ini surga!” katanya bersemangat.
Rasinesia