Bahaya Roblox untuk Anak yang Jarang Disadari Orang Tua

Roblox. Foto: Roblox Corporation

JAKARTA – Perkembangan teknologi saat ini telah membawa perubahan besar terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia digital. Roblox adalah salah satu platform yang mengalami lonjakan popularitas dalam beberapa bulan terakhir ini. Gim ini menjadi salah satu hiburan favorit di kalangan anak-anak.

Dilansir dari Exploding Topic, terdapat lebih dari 40 juta anak berusia 12 tahun ke bawah memainkan gim ini setiap hari. Tingginya jumlah pemain anak-anak juga memicu kekhawatiran dari berbagai pihak.

Menanggapi hal ini, Abdul Mu’ ti selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) memberi larangan bermain Roblox kepada murid-murid, terutama jenjang pendidikan sekolah dasar (SD). Ia menilai bahwa anak-anak usia SD masih kesulitan membedakan antara dunia nyata dan rekayasa, sehingga cenderung akan meniru apa pun yang mereka lihat saat bermain gim Roblox.

Prasetyo Hadi selaku Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dalam pers yang diunggah di kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden mengatakan hal senada dengan pandangan tersebut.

“Kalau memang merasa sudah melewati batas. Apa yang ditampilkan di situ (Roblox), mempengaruhi perilaku adik-adik kita. Tidak menutup kemungkinan (memblokir Roblox). Kita mau melindungi generasi. Kita enggak ragu-ragu juga kalau memang mengandung unsur-unsur kekerasan, ya, kita tutup. Enggak ada masalah.” Jelas Prasetyo (05/08/2025).

Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemerintah memandang serius potensi dampak negatif dari gim Roblox, terutama terhadap anak-anak usia SD. Anak-anak pada usia ini masih sangat rentan dan mudah terpengaruh oleh apa yang mereka lihat dan mainkan.

Jika tidak berada dalam pengawasan ketat orang tua, gim ini dapat menimbulkan berbagai risiko, mulai dari kecanduan, konten tidak sesuai usia, hingga penurunan moral.

Nah, untuk memahami lebih jelas mengapa Roblox perlu diwaspadai, kita harus tahu dulu sebenarnya apa itu Roblox.

Apa itu Roblox?

Roblox adalah platform gratis yang didirikan pada tahun 2004 oleh David Baszucki dan Erik Cassel. Gim ini berisi berbagai jenis permainan berbasis internet yang dapat diakses melalui perangkat, mulai dari smartphone, tablet, dan komputer hingga  Xbox, Playstation, dan Meta Quest (sebelumnya dikenal sebagai Oculus).

Cukup dengan mengunggah dan mendaftar secara gratis, kita sudah bisa bermain dan mengobrol dengan sesama pemain. Tidak hanya sampai di situ, agar lebih mirip dengan dunia nyata, Roblox membuat mata uang virtual bernama Robux. Robux berguna untuk membeli berbagai konten tambahan seperti aksesoris  avatar.

Meskipun Roblox menawarkan berbagai jenis permainan dan pengalaman menyenangkan, platform ini juga memiliki sisi negatif yang perlu diwaspadai, terutama bagi pengguna anak-anak.

Dikutip dari laman MeriStation, platform ini memiliki sejarah panjang tentang tuduhan eksploitasi dan pelecehan anak yang telah coba diatasi. Namun, investigasi terbaru yang dilakukan oleh Revealing Reality menyimpulkan, gim ini tetap berisiko bagi anak-anak.

Walaupun bermain dan berkreasi di Roblox itu seru, tetap saja ada risiko yang perlu diwaspadai. Risiko-risiko tersebut bisa muncul dengan berbagai bentuk dan berdampak buruk bagi anak-anak.

Nah, berikut adalah beberapa dampak negatif yang bisa muncul saat bermain Roblox:

Ketergantungan yang berlebihan

Roblox menawarkan jutaan permainan yang terus diperbarui dan mudah diakses kapan saja, sehingga membuat pemain betah berlama-lama di depan layar. Selalu ada permainan baru untuk dijelajahi dan pemain juga dapat mempercantik avatar mereka sesuai keinginan.

Namun, bagi anak-anak usia di bawah 12 tahun, hal ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari mereka. Anak yang terlalu sering bermain gim cenderung mengurangi waktu belajarnya, sehingga berpotensi menurunkan prestasi akademik.

Bermain gim juga dapat menyita waktu istirahat, banyak anak yang tidur larut demi bermain atau menyelesaikan misi, sehingga mengalami kurang tidur dan kelelahan di sekolah.

Selain itu, kecanduan bermain Roblox membuat anak lebih memilih berinteraksi di dunia virtual dibanding bermain atau berbicara langsung dengan teman secara tatap muka.

Konten tidak sesuai usia

Salah satu dampak negatif Roblox yang perlu diwaspadai adalah keberadaan konten yang tidak sesuai dengan usia anak-anak. Meskipun Roblox menawarkan banyak permainan, beberapa di antaranya ditujukan untuk pemain yang berusia 18 tahun ke atas dan seharusnya tidak boleh dimainkan oleh anak-anak.

Sebagai contoh, di dalam gim Roblox terdapat map dengan tema klub malam. Anak-anak di bawah 12 tahun dapat mengakses dan bermain di map tersebut. Contoh lainnya, dalam Roblox, kita dapat mempercantik avatar dengan membeli pakaian menggunakan robux.

Namun, beberapa pakaian yang ada di dalam gim Roblox juga tidak pantas untuk dilihat oleh anak-anak. Dalam gim terdapat bikini dan pakaian sexy lainnya.

Dikutip dari MeriStation, ketika menguji avatar mereka, para peneliti mendapati percakapan suara dari pemain lain yang berisi aktivitas perilaku seksual seperti suara menyerupai ciuman. Kondisi ini menunjukkan bahwa Roblox berpotensi memperkenalkan konten yang kurang mendidik bagi anak-anak.

Merusak moral anak

Gim Roblox adalah salah satu permainan yang dirancang agar pemain dapat berkomunikasi dengan sesama, baik melalui audio maupun kolom live chat. Keseruan bermain sambil berinteraksi ini, sayangnya, dapat membawa dampak negatif bagi sebagian orang.

Bermain Roblox dapat berpotensi merusak mental anak, salah satunya melalui tindak perundungan secara daring (cyberbullying).

Sebagai contoh, pengguna TikTok @divas_queen2222 pernah mengunggah video yang mengejek avatar pemain lain. Dalam video tersebut, ia mengatakan, “avatar terjelek itu apa yah” lalu menyebut “bacorn acorn.”

Bacorn dan acorn merupakan istilah yang mengacu pada avatar default laki-laki dan perempuan di Roblox. Tak berhenti di situ, ia juga menambahkan komentar, “udah jelek, miskin lagi”. Perilaku seperti ini dapat membuat anak merasa minder dan tidak percaya diri.

Konten seperti itu dapat memberikan contoh buruk bagi anak-anak. Mereka akan meniru perilaku tersebut dalam kehidupan nyata maupun di dunia maya. Jika tidak diarahkan, hal ini dapat mengikis nilai empati, rasa hormat, dan sopan santun pada anak, sehingga berdampak negatif pada perkembangan moral mereka.

Melihat banyaknya dampak negatif yang mungkin terjadi, peran orang tua menjadi sangat penting dalam mengawasi anak saat bermain Roblox.

Dampak negatif tersebut tentu dapat diatasi. Nah, berikut beberapa cara yang bisa orang tua lakukan untuk melindungi anak saat bermain Roblox.

Menerapkan screen time

Screen time adalah istilah yang digunakan untuk menyebut lama waktu seseorang menghabiskan waktu di depan layar perangkat digital, seperti ponsel, komputer, tablet, atau televisi. Dalam konteks ini, orang tua dapat memberikan pembatasan waktu bagi anak, misalnya 30 menit per hari.

Menurut penelitian Pediatric Research, anak-anak yang menatap layar selama ≤1 jam per hari cenderung memiliki risiko lebih kecil, sedangkan mereka yang menghabiskan waktu bermain ≥3 jam per hari, berpeluang lebih besar mengalami masalah perilaku dan perkembangan kosakata yang kurang baik.

Menggunakan fitur parental controls

Roblox telah memberikan fitur parental controls yang dapat diakses melalui menu pengaturan. Fitur ini dirancang agar orang tua dapat mengatur tingkat konten kedewasaan, memantau anak, dan membatasi aktivitas saat bermain gim.

Dengan memanfaatkan fitur ini secara optimal, risiko anak terpapar konten yang tidak sesuai atau perilaku negatif di dalam gim dapat diminimalkan. Ketika orang tua tidak dapat mendampingi anak bermain, fitur ini akan sangat membantu dalam mengawasi aktivitas mereka.

Menonaktifkan fitur obrolan

Mengobrol bersama pemain lain lewat live chat memanglah menyenangkan. Namun, jika tidak dalam pengawasan orang tua,  fitur ini akan membahayakan anak. Untuk itu, orang tua disarankan untuk menonaktifkan fitur obrolan lewat pengaturan.

Adela Damanik

2 komentar untuk “Bahaya Roblox untuk Anak yang Jarang Disadari Orang Tua”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top