Cara Aman Mengelola Uang di Era Serba QRIS

Seseorang sedang menggunakan QRIS untuk metode pembayaran. Foto: Perbanas

JAKARTA – Dalam beberapa tahun terakhir, cara kita bertransaksi berubah total. Dulu semua serba tunai, harus bawa dompet tebal, nyari uang pas, atau menunggu kembalian receh. Sekarang, tinggal scan QRIS dan selesai. Praktis, cepat, dan tanpa ribet.

Namun, di balik kemudahan itu, ada tantangan baru: bagaimana cara mengelola uang dengan aman di era serba digital ini? Banyak orang justru jadi lebih boros karena saking gampangnya bayar. Sekali scan, saldo langsung berkurang tanpa terasa. Nah, di sinilah pentingnya belajar mengatur keuangan secara cerdas di era QRIS.

1. QRIS bikin hidup simpel, namun tetap butuh kontrol

Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS adalah sistem pembayaran digital yang dibuat oleh Bank Indonesia supaya semua transaksi QR bisa terhubung dalam satu standar. Jadi, mau kamu pakai bank A, B, atau aplikasi pembayaran apa pun, semua bisa digunakan untuk transaksi di satu QR code yang sama.

QRIS membuat transaksi di warung kopi, pasar tradisional, sampai restoran modern jadi mudah. Cuma butuh ponsel dan koneksi internet, kamu bisa bayar apa saja tanpa repot tarik tunai.

Namun, karena terlalu praktis, banyak orang kehilangan “rasa uangnya”. Dulu, saat bayar tunai, kita masih bisa merasakan beratnya mengeluarkan uang kertas. Sekarang? Tinggal scan, saldo berkurang, selesai. Tanpa sadar, pengeluaran harian bisa melonjak.

2. Catat setiap transaksi digital

Salah satu efek dari transaksi serba digital adalah sulitnya melacak ke mana uang kita pergi. Kalau tidak rajin mencatat, saldo bisa lenyap tanpa tahu sebabnya.

Biasakan memantau semua transaksi QRIS. Jadi kamu bisa melihat pengeluaran mingguan atau bulanan. Dari sana, mudah sekali mengevaluasi mana pengeluaran yang perlu dikendalikan.

Tips praktis:

  • Buat kategori seperti “makan”, “transportasi”, “hiburan”, dan “belanja harian”.
  • Cek laporan transaksi tiap Minggu, bukan tiap bulan, supaya bisa cepat koreksi kalau mulai boros.

Uang di platform digital tetap butuh pencatatan analog dalam pikiranmu, kesadaran bahwa setiap pengeluaran adalah keputusan finansial.

3. Gunakan akun terpisah untuk transaksi harian

Agar lebih aman dan terkontrol, pisahkan rekening utama (untuk tabungan dan investasi) dari rekening harian yang digunakan untuk transaksi QRIS.

Dengan cara ini, kamu bisa membatasi pengeluaran sesuai alokasi. Misalnya, setiap minggu kamu transfer Rp1 juta ke rekening harian untuk kebutuhan QRIS. Kalau sudah habis, itu tanda kamu harus berhenti belanja dulu.

Keuntungan lain adalah risiko keamanan juga berkurang. Jika ada transaksi mencurigakan, kerugiannya tidak langsung menyentuh dana utama kamu.

4. Waspada modus penipuan QRIS

Seiring meningkatnya pengguna QRIS, modus kejahatan digital juga makin kreatif. Ada yang menempelkan QR palsu di tempat umum, ada juga yang mengirim tautan pembayaran palsu lewat chat atau media sosial.

Beberapa cara untuk menghindarinya:

  • Selalu periksa nama merchant sebelum konfirmasi pembayaran.
  • Gunakan aplikasi resmi bank atau e-wallet, jangan asal scan dari foto yang dikirim orang lain.
  • Aktifkan notifikasi transaksi supaya setiap aktivitas keuangan bisa langsung kamu pantau.
  • Jangan pernah bagikan OTP atau PIN ke siapa pun, bahkan yang mengaku dari pihak bank.

Dengan kewaspadaan sederhana, kamu bisa tetap menikmati kemudahan QRIS tanpa risiko kehilangan uang.

5. Manfaatkan promo dan cashback dengan bijak

QRIS sering kali disertai promo menarik seperti cashback, potongan harga, hingga poin loyalti. Ini sah-sah saja dimanfaatkan, asal tidak membuatmu jadi boros.

Contohnya, kalau kamu memang rutin beli kopi tiap pagi, menggunakan promo QRIS untuk diskon 20% tentu menguntungkan. Tapi kalau kamu jadi beli kopi karena ada promo, berarti kamu bukan hemat, namun kamu tergoda.

Baca Selengkapnya: Sederet Alasan Mengapa Toko Harus Punya QRIS di Era Digital

Gunakan promo untuk mengoptimalkan kebutuhan, bukan menambah keinginan. Promo yang cerdas adalah yang memperkecil pengeluaran, bukan memperbanyak transaksi.

6. Rencanakan pengeluaran digital seperti rencana keuangan

Meskipun serba digital, uangmu tetap butuh manajemen analog seperti rencana yang matang. Buat anggaran khusus untuk transaksi QRIS tiap bulan, misalnya:

  • Rp1 juta untuk kebutuhan makan dan nongkrong
  • Rp500 ribu untuk transportasi
  • Rp300 ribu untuk belanja rumah tangga

Dengan begitu, kamu tidak hanya memanfaatkan QRIS sebagai alat bayar, tapi juga sebagai alat kendali keuangan. Transaksi digital yang terencana menjadikanmu pengendali uang, bukan pengikut impuls.

Mengatur keuangan di era serba digital tidak harus bikin pusing. Uang di platform digital tidak akan mengendalikanmu, selama kamu tahu cara mengelolanya. Jadikan QRIS bukan sekadar alat bayar, tapi alat bantu menuju keuangan yang lebih sehat.

Era QRIS membuka peluang baru dalam pengelolaan keuangan, cepat, efisien, dan serba mudah. Namun, kemudahan ini juga menuntut kita untuk lebih disiplin dan sadar setiap kali melakukan transaksi.

Dengan strategi yang tepat, kamu bisa menikmati manfaat QRIS tanpa kehilangan kendali atas uangmu. Yuk, mulai kelola keuanganmu dengan bijak di era serba digital ini dan rasakan kemudahannya

Rasinesia

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top