
Jakarta – Menurut laporan terbaru dari perusahaan modal ventura Andreessen Horowitz atau dikenal juga dengan a16z yang berfokus pada lanskap kecerdasan buatan (AI) konsumen, ChatGPT kini mulai mendapat tantangan serius dari para rivalnya seperti Gemini milik Google, Grok milik xAI, hingga Meta AI.
Laporan yang telah memasuki edisi kelima ini menampilkan data selama dua setengah tahun terkait perubahan pola penggunaan produk AI oleh konsumen.
Daftar Produk AI Terpopuler
Dilansir dari laman TechCrunch, untuk kelima kalinya terdapat 14 perusahaan yang kembali muncul dalam daftar produk AI terpopuler: ChatGPT, Perplexity, Poe, Character AI, Midjourney, Leonardo, Veed, Cutout, ElevenLabs, Photoroom, Gamma, QuillBot, Civitai, dan Hugging Face.
Perusahaan-perusahaan tersebut merepresentasikan berbagai fungsi pemanfaatan AI, mulai dari asisten umum, teman percakapan, pengeditan gambar dan video, pembuatan suara, produktivitas, hingga penyedia model.
Selain itu, lima perusahaan lain juga selalu hadir dalam laporan sejak edisi kedua, yakni Claude, DeepAI, Janitor AI, Pixelcut, dan Suno, yang meliputi fungsi penggunaan AI umum, pendampingan, pengeditan gambar, dan pembuatan musik.
Google Meningkat Pesat
Untuk pertama kalinya dalam rangkaian laporan tersebut, Google berhasil menempatkan empat produk generative AI ke dalam daftar produk AI konsumen berbasis web terpopuler. Keempatnya adalah Gemini, AI Studio, NotebookLM, dan Google Labs. Produk-produk ini kini memiliki domain terpisah sehingga pertumbuhannya dapat dipantau secara independen.
Andreessen Horowitz (a16z) mencatat, laporan ini mengandalkan data dari perusahaan intelijen pasar pihak ketiga, termasuk Similarweb untuk produk berbasis web dan Sensor Tower untuk data aplikasi seluler.
Gemini yang kini menempati posisi kedua di aplikasi seluler, tercatat semakin mendekati ChatGPT, meskipun jumlah pengguna aktif bulanannya masih hanya separuh dari ChatGPT. Tidak mengherankan, penggunaan Gemini lebih tinggi di Android dengan hampir 90% basis pengguna aktif bulanannya.
Di web, Gemini juga menduduki posisi kedua di belakang ChatGPT dengan sekitar 12% dari jumlah kunjungan ChatGPT.
AI Studio, sandbox khusus pengembang untuk membangun model Gemini, masuk dalam daftar 10 besar produk AI berbasis web dengan menempati posisi ke-10. NotebookLM berada di posisi ke-13, sementara Google Labs — wadah eksperimen AI Google seperti Flow, Project Mariner, dan Doppl — berada di urutan ke-39.
Grok dan Meta AI Ikut Bersaing
Selain Gemini, laporan tersebut juga menyoroti Grok dan Meta AI yang turut mengejar posisi puncak ChatGPT. Grok berada di peringkat ke-4 untuk kategori web dan posisi ke-23 untuk mobile.
Pertumbuhan ini tergolong pesat, mengingat Grok pada akhir 2024 belum memiliki aplikasi mandiri (awalnya hanya diluncurkan di platform X). Kini, Grok telah memiliki lebih dari 20 juta pengguna aktif bulanan. Pada Juli 2025, pengguna Grok bahkan naik hampir 40% setelah perilisan Grok 4.
Sementara itu, asisten umum milik Meta berada di peringkat ke-46 untuk kategori web sama seperti posisi pada Maret lalu. Namun, Meta AI gagal masuk daftar aplikasi AI mobile terpopuler.
Salah satu penyebabnya adalah kontroversi di mana Meta AI diketahui membagikan sebagian unggahan pengguna secara publik di web tanpa persetujuan mereka.
Tren Pertumbuhan AI Global
Laporan tersebut juga mencatat bahwa pertumbuhan DeepSeek dan Claude mulai melandai di mobile. DeepSeek turun 22% dari puncaknya, sementara di web penurunannya lebih drastis, lebih dari 40% sejak Februari 2025. Sebaliknya, Perplexity dan Claude tetap menunjukkan pertumbuhan positif.
Beberapa produsen AI asal Tiongkok juga masuk dalam 20 besar di kategori web, antara lain Quark (peringkat 9), asisten AI milik Alibaba (peringkat 47 di mobile), Doubao produk LLM milik ByteDance (peringkat 12 di web dan peringkat 4 di mobile), serta Kimi, chatbot dari Moonshot AI (peringkat 17). Ketiganya memiliki situs web berbahasa Tiongkok dan 75% lalu lintasnya berasal dari Tiongkok.
Selain itu, tujuh perusahaan lain asal Tiongkok yang mengembangkan teknologi AI dan mengekspornya secara global juga masuk daftar web, yakni DeepSeek, Hailuo, Kling, SeaArt, Cutout Pro, Manus, dan Monica.
Di sisi mobile, 22 dari 50 aplikasi teratas berasal dari Tiongkok, meskipun hanya tiga yang mayoritas digunakan di dalam negeri. Pemain besar di kategori ini termasuk Meitu (dengan aplikasi Photo & Video Editor, BeautyPlus, BeautyCam, Wink, dan Airbrush), ByteDance (Doubao dan Cici), Gauth, serta Hypic.
Pendatang Baru
Startup pengodean vibe (vibe-coding) seperti Lovable dan Replit juga berhasil debut di daftar utama kali ini, setelah sebelumnya absen dalam laporan a16z edisi Maret 2025.
Situs yang dibangun dan dipublikasikan lewat Replit maupun Lovable tanpa domain khusus, masing-masing tercatat dalam trafik replit.app dan lovable.app, sehingga membantu keduanya meraih popularitas.
Andreessen Horowitz juga menyoroti sejumlah aplikasi AI yang hampir masuk daftar, antara lain PixAI, Bolt, Blackbox AI, Clipchamp, dan Getliner untuk kategori web, serta Talkie, Seekee, Photo AI, AI Mirror, dan Arvin di mobile.
Perusahaan mencatat bahwa daftar aplikasi mobile dalam laporan bulan ini menampilkan lebih banyak pendatang baru dibandingkan sebelumnya. Hal ini dimungkinkan karena toko aplikasi kini lebih ketat membasmi aplikasi tiruan ChatGPT, sehingga membuka ruang bagi aplikasi orisinal untuk berkembang.
Rasinesia