Kedai Teh Hingga Toilet Terbengkalai, Rekomendasi 5 Tempat Wisata Kuliner Menarik dan Bersejarah Ketika Liburan ke Inggris

Kedai Teh Hingga Toilet Terbengkalai, Rekomendasi 5 Tempat Wisata Kuliner Menarik dan Bersejarah Ketika Liburan ke Inggris

Twinings Tea Shop. Foto: Citydays

JAKARTA – Jika dalam waktu dekat kalian ingin pergi liburan atau memiliki agenda untuk berkunjung ke Inggris, khususnya London, jangan hanya singgah ke destinasi wisata ikonik seperti Big Ben atau Buckingham Palace saja.

London adalah surga kuliner bagi petualang rasa. Kota metropolitan yang sibuk ini ternyata juga menawarkan ragam tempat wisata kuliner yang tak kalah menarik untuk dijelajahi.

Mulai dari kafe klasik bergaya Victoria hingga restoran modern dengan cita rasa internasional. Setiap tempat memiliki keunikan tersendiri, baik dari segi menu, suasana, hingga pengalaman yang ditawarkan.

Segera catat dan masukkan ke dalam bucket list kalian 5 rekomendasi tempat wisata kuliner berbalut sejarah yang wajib kalian kunjungi saat plesiran ke Inggris, dilansir dari laman Atlas Obscura:

Twinings Tea Shop

Twinings Tea Shop adalah sebuah kedai teh berusia 300 tahun yang membawa teh kepada masyarakat Inggris, tak terkecuali sang Ratu Inggris sendiri. Di tempat ini, selain menikmati minuman teh yang khas, kalian juga bisa menjelajahi sejarah minuman teh di negara tersebut.

Twinings identik dengan sejarah teh Inggris. Logo Twinings, sebuah papan nama emas sederhana yang memuat nama perusahaan, tetap tidak berubah sejak tahun 1706, menjadikannya logo perusahaan tertua kedua yang masih digunakan setelah Stella Artois, yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1366.

Pada tahun 1837, Ratu Victoria menganugerahkan Royal Warrant kepada perusahaan tersebut, sebuah penghargaan yang menjadikan Twinings kehormatan untuk menyediakan teh bagi keluarga kerajaan sejak saat itu.

Café in the Crypt

Café in the Crypt adalah kedai kopi yang terletak di bawah Gereja St. Martin’s-in-the-Field, salah satu gereja bersejarah di Inggris. Untuk menemukan lokasinya, kalian harus menuruni tangga dan lift menuju ruang bawah tanah.

Di sana, di bawah langit-langit berkubah bata dan lantai yang dipenuhi makam, pengunjung akan menemukan sebuah kafe. Kini, tempat bawah tanah ini menjadi tempat yang sempurna bagi para wisatawan untuk menikmati kopi, teh, dan kue-kue setelah menjelajahi Trafalgar Square.

Sembari menyesap latte, kalian juga dapat melihat patung-patung dan makam bersejarah yang masih berjajar di ruangan yang sejuk dan luas ini. Selain kafe, tempat tersebut kini juga menjadi galeri dan toko suvenir, serta kerap menyelenggarakan konser jazz. Seru, bukan?

M. Manze

M. Manze adalah toko pai dan kentang tumbuk tertua yang masih ada di London dengan belut jeli nya yang terkenal. Di tempat ini, kamu dapat menikmati makanan “Pie and mash”, hidangan khas Cockney, berasal dari sekitar Dermaga London pada era Victoria.

Makanan ini sering disajikan dengan belut jeli, hidangan ini biasanya terdiri dari pai daging sapi cincang dan kentang tumbuk, serta minuman keras peterseli.

Namun, di tempat ini sedikit berbeda, saus hijau herba ini tidak mengandung alkohol, melainkan cairan yang digunakan untuk mengolah belut.

Rules

Restoran ini telah berdiri selama masa pemerintahan sembilan raja Inggris dan hanya sedikit lebih muda daripada Amerika Serikat. Dan selama kurun waktu tersebut, Rules hanya dimiliki oleh tiga keluarga.

Rules kini dianggap sebagai restoran tertua di London. Bahkan, Perang Dunia II pun tak mampu menggoyahkan tekad Rules. Para pemilik memperkuat struktur restoran dengan papan kayu tebal untuk melindungi dari blitz dan menyajikan makanan jatah wajib seharga lima shilling per porsi, serta daging buruan non-jatah seperti kelinci, belibis, dan burung pegar, yang masih ada di menu hingga saat ini.

Menunya berfokus pada masakan klasik Inggris, termasuk ayam hutan, daging rusa, bebek liar, kelinci, tiram, pai, dan puding.

Jika kalian berpikir semua hidangan mewah nan bersejarah ini akan menghabiskan banyak uang, kalian salah. Harganya ternyata sangat terjangkau. Setidaknya menurut standar London kalian bisa memesan pai steak dan ginjal seharga £21,95 atau sekitar $28 dan dada ayam pegar panggang seharga £22,95 atau sekitar $30.

Selain itu, kalian akan menemukan tempat yang tidak kalah menarik jika naik ke lantai atas. Di sana kalian akan menemukan bar koktail restoran yang baru direnovasi dengan tempat duduk mewah berwarna merah dan bar kayu gelap.

Dulunya, tempat ini merupakan tempat favorit Raja Edward VII untuk “hubungan gelap” dengan gundiknya, Lillie Langtry.

Kini, kalian dapat bersantai di lingkungan yang mewah dengan “The Duchess of Cambridge” (koktail gin lada merah muda, vodka, dan Lillet) atau “The Duchess of Sussex” (cognac, minuman keras elderflower, dan nektar sampanye), atau sekadar bersantai dengan Guinness draft yang disajikan dalam tankard perak.

Sebelum berkunjung ke tempat ini, perlu diketahui aturan berpakaiannya. Kalian tidak diwajibkan mengenakan jas atau dasi, tetapi berpakaian rapi lebih diutamakan. Siapa pun yang mengenakan celana pendek atau pakaian olahraga tidak akan diizinkan masuk. Jangan sampai diusir ya!

The Attendant, Fitzrovia

Di tempat ini kalian dapat merasakan sensasi nikmat kopi di antara toilet bersejarah paling elit di Fitzrovia. Tempat ini awalnya dibangun pada tahun 1890-an dan toilet umum ini ditutup pada tahun 1960-an. Toilet-toilet ini terbengkalai selama lebih dari 50 tahun sebelum diubah menjadi kedai kopi mewah.

Kini, mereka menyajikan espresso, flat white, dan sarapan yang lezat. Ditemani Urinal bawah tanah yang penuh hiasan ini dulunya digunakan oleh para bangsawan London era Victoria. Perlu diketahui, The Attendant juga mempunyai cabang lain di London, tapi hanya Fitzrovia yang punya urinoir.

Nah, itulah 5 rekomendasi tempat makan dan minum menarik yang bisa dikunjungi sekaligus menjadi tempat belajar sejarah saat menjajal wisata kuliner di Inggris. Apakah tempat di atas sudah masuk ke daftar kunjunganmu?

Ridho Ilham

1 komentar untuk “Kedai Teh Hingga Toilet Terbengkalai, Rekomendasi 5 Tempat Wisata Kuliner Menarik dan Bersejarah Ketika Liburan ke Inggris”

  1. Pingback: Twinings Tea Shop, Kedai Teh Inggris Berusia 300 Tahun » Rasinesia

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top