
JAKARTA – Apakah tahun ini akan menjadi tahun emas bagi anime di ajang Oscar? Sepanjang 98 tahun penyelenggaraannya, Academy Awards hanya memberikan pengakuan kepada segelintir judul anime, itu pun tidak pernah lebih dari satu nominasi untuk satu film.
Namun, hal ini bisa saja berubah berkat KPop Demon Hunters, film dari Netflix yang telah menjadi film paling banyak ditonton dalam sejarah platform tersebut.
Film yang disutradarai Maggie Kang dan Chris Appelhans ini memadukan visual bergaya anime dengan koreografi K-pop dan alur cerita supernatural. Kisahnya mengikuti perjalanan sebuah girl group dunia yang diam-diam berprofesi sebagai pemburu iblis, membagi waktu antara konser dengan pertarungan.
Apa yang awalnya hanya eksperimen genre kini menjelma menjadi fenomena budaya sekaligus kandidat kuat Oscar. Berdasarkan laporan dari Variety, sejak debut di Netflix pada 20 Juni, KPop Demon Hunters telah meraih sekitar 236 juta penonton hingga tulisan ini dirilis pada Kamis (28/8/2025). Rekor tersebut juga telah melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Red Notice dengan 230,9 juta penonton.
Demi memenuhi syarat Oscar, film ini juga diputar terbatas di bioskop California dan New York. Akhir pekan lalu, film ini mencatat debut nomor satu di box office dengan estimasi pendapatan $18 juta, sekaligus menjadi capaian perdana Netflix di posisi tersebut.
Representasi Anime di Oscar Masih Minim
Meski memiliki sejarah panjang dalam hal keunggulan artistik, anime masih jarang mendapat sorotan di Oscar. Hanya 11 film anime yang pernah diakui oleh Academy, dengan dua pemenang di kategori film animasi panjang: Spirited Away karya Hayao Miyazaki (2003) dan The Boy and the Heron (2024). Selain itu, ada film pendek animasi La Maison en Petits Cubes (2008).
Beberapa judul lain yang sempat masuk nominasi termasuk Howl’s Moving Castle (2005), The Wind Rises (2013), The Tale of Princess Kaguya (2014), When Marnie Was There (2015), The Red Turtle (2016), Mirai (2018), serta film pendek Mt. Head (2002) dan Possessions (2013).
Jika KPop Demon Hunters berhasil meraih nominasi ganda untuk film animasi panjang terbaik dan lagu orisinal terbaik dengan mengusung lagu Golden dari usulan Netflix. Hal ini tentu akan menjadi sejarah baru bagi anime jika ini terjadi. Belum pernah ada film anime yang memperoleh lebih dari satu nominasi di tahun yang sama.
Perpaduan K-pop, Anime, dan Identitas Budaya
Arden Cho, pengisi suara karakter Rumi, mengaku punya keterikatan personal dengan tokoh yang diperankannya.
“Rumi mengingatkan saya pada diri saya sendiri, selalu ingin sempurna meski terkadang itu tidak baik baginya. Pertumbuhannya datang dari belajar empati, bahkan kepada para iblisnya dan itu sesuatu yang sangat saya rasakan.” ujarnya, sebagaimana ditulis Variety. Kamis (28/8/2025).
Berbeda dengan animasi Amerika pada umumnya, KPop Demon Hunters yang diproduksi oleh Sony Pictures Animation menggabungkan tradisi penceritaan Timur dengan tema universal seperti identitas, persaudaraan, dan penemuan jati diri.
Film ini tetap menampilkan perspektif budaya Korea yang kuat, diperkaya dengan soundtrack energik, animasi modern, serta aksi koreografi ketat yang bahkan mendorong lahirnya acara nonton bareng bernuansa sing-along.
Peter Debruge, seorang kritikus film menyebut film ini sebagai komedi aksi supernatural dengan konsep yang besar.
Lagu Golden Berpeluang Besar
Netflix telah mengonfirmasi pengajuan lagu orisinal Golden karya Ejae dan Mark Sonnenblick ke kategori lagu terbaik Oscar. Meski masih awal dalam perlombaan, lagu ini diprediksi kuat masuk daftar pendek (shortlist) 15 lagu terbaik yang akan diumumkan Desember, sebelum bersaing untuk lima slot nominasi.
Ejae, yang menjadi pengisi suara nyanyian Rumi sekaligus penulis musik orisinal menyebut proyek ini sebagai kesempatan langka memadukan K-pop dan anime.
“Saya teringat pada semua girl group keren yang saya sukai — dari 2NE1, Girls’ Generation, hingga Blackpink — dan mencoba membawa energi mereka ke lagu-lagu Rumi,” katanya.
Selain itu, komposer Marcelo Zarvos yang sebelumnya meraih dua nominasi Emmy juga berpotensi mencetak nominasi Oscar pertamanya lewat film ini.
Namun, muncul pertanyaan baru: akankah Netflix mengajukan lebih dari satu lagu? Menurut aturan Academy, satu film boleh mengajukan maksimal tiga lagu orisinal. Langkah ini memiliki risiko perpecahan suara, sebagaimana pernah terjadi pada film Sing Street (2016).
Soundtrack Pecahkan Rekor Billboard
Album soundtrack KPop Demon Hunters kini mendominasi Billboard Hot 100. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ada empat lagu dari satu album soundtrack yang masuk 10 besar sekaligus.
Baca Selengkapnya: Lagu ‘Golden’ dari Animasi ‘KPop Demon Hunters’ Puncaki Hot 100 Billboard
Lagu Golden bertahan di posisi #1 selama dua minggu berturut-turut, diikuti Your Idol pada #4, Soda Pop di #5, dan How It’s Done pada posisi #10. Hal ini memperkuat peluang film meraih lebih dari satu nominasi Oscar melalui kategori musik.
Netflix Punya Kans Terbesar
Netflix sebelumnya pernah memenangkan kategori film animasi panjang lewat Guillermo del Toro’s Pinocchio (2022), serta hampir menang lewat Klaus dan The Mitchells vs. the Machines”.
Namun, KPop Demon Hunters dianggap sebagai peluang terbaik mereka sejauh ini, terutama ketika raksasa animasi seperti Pixar dan Disney belum menampilkan kandidat kuat tahun ini.
Film Pixar Elio dianggap mengecewakan di box office, sementara Disney baru akan merilis Zootopia 2 pada 26 November dengan lagu baru dari Shakira. Dengan momentum yang sudah terbangun, peluang Netflix tampak semakin besar.
Anime Menuju Titik Balik
Selama beberapa dekade, anime dicintai penonton global namun sering diabaikan lembaga penghargaan besar, kecuali Studio Ghibli. Sebagian besar film anime sulit menembus dominasi animasi Barat.
Terobosan KPop Demon Hunters bisa menjadi titik balik. Lebih dari sekadar kesuksesan streaming dan box office, film ini memperluas definisi sinema animasi dengan menggabungkan budaya global, estetika anime, serta energi K-pop.
Jika berhasil meraih nominasi ganda, film ini bukan hanya akan mencetak sejarah bagi anime di Oscar, tetapi juga menandai pergeseran dalam pengakuan global terhadap bentuk penceritaan animasi lintas budaya.
Rasinesia