[1D1H]Kucing Busok: Permata Feline Tersembunyi Indonesia dari Pulau Raas

Kucing Busok, kucing ras asli Indonesia. Foto: (Instagram/@oka_thebusokcat)

 

JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Kucing Sedunia pada tanggal 8 Agustus, salah satu hal yang menarik ialah menyoroti satu ras kucing asli Indonesia yaitu kucing Busok. Bagi sebagian orang, nama ini tentulah masih belum familiar bila dibandingkan dengan kucing Anggora, kucing Persia, atau bahkan ‘kucing oren’, yang sering wara-wiri di sosial media dengan tingkahnya yang menggemaskan.

Di perairan biru Laut Jawa, tersembunyi di antara pulau-pulau besar Jawa dan Madura, terdapat sebuah pulau vulkanik kecil bernama pulau Raas yang menjadi rumah bagi salah satu ras kucing domestik asli Indonesia, yaitu kucing Busok.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep (2020), pulau Raas dihuni oleh sekitar 23.487 penduduk. Pulau Raas merupakan suaka (sanctuary) eksklusif bagi kucing Busok, kucing langka dengan genetik yang berbeda. Kucing Busok dari pulau Raas adalah ras murni tanpa gen campuran dari ras kucing lain.

Faktor tersebutlah yang membuatnya sangat langka dengan variasi genetik yang tinggi hingga menjadikannya salah satu simbol keanekaragaman hayati di Indonesia. Menurut penelitian Harimurti et al. (2016) dalam jurnal Indonesian Journal of Animal and Veterinary Sciences, kurang dari 100 kucing Busok Raas dengan gen murni yang tersisa.

Kucing Busok Dianggap Hewan Sakral dan Mistis

Nah, ketika mengunjungi pulau Raas, kalian akan disuguhkan palet warna menakjubkan dari kucing-kucing luar biasa ini. Menurut dokumentasi Kurniawan (2019) dalam “Studi Etnozoologi Kucing Busok Raas”, kucing Busok Raas menampilkan empat variasi warna yang khas: biru, hitam, coklat, dan ungu muda.

Setiap warna dihargai oleh penduduk pulau, tetapi varietas biru ethereal memiliki makna khusus dalam budaya lokal. Kelahiran anak kucing biru selalu dinanti-nantikan oleh penduduk setempat yang menganggap kucing-kucing ini memiliki kualitas mistis.

Sebagaimana dijelaskan dalam penelitian antropologi Sari (2018) tentang “Kepercayaan Masyarakat Madura terhadap Hewan Sakral”, penduduk asli Pulau Raas percaya bahwa kucing ini memiliki kemampuan mistis dan memelihara kucing Busok dianggap dapat membawa keberuntungan.

Koneksi budaya yang mendalam ini telah menjadi instrumental dalam kelangsungan hidup ras ini. Secara tidak langsung, menciptakan penghalang pelindung di sekitar hewan-hewan berharga ini.

Salah satu ciri khas utama yang dapat dikenali dari kucing Busok adalah ekor pendek dan melengkung yang khas. Ekor bobbed alami ini, dikombinasikan dengan tubuh berotot berukuran sedang dan ekspresi waspada, memberikan kucing-kucing ini siluet yang khas yang membedakan mereka dari ras domestik lain di seluruh dunia.

Tidak seperti ras yang telah dikembangkan secara selektif untuk sifat-sifat tertentu, karakteristik unik Busok berevolusi secara alami selama berabad-abad diisolasi geografis. Kelangsungan hidup kucing Busok terkait erat dengan naluri pelindung yang kuat dari penduduk Pulau Raas.

Komunitas Madura sangat melindungi kucing Busok, bahkan melarang mereka meninggalkan Pulau Raas. Sikap pelindung ini melampaui sekadar kebanggaan. Ini mewakili pemahaman canggih tentang konservasi genetik.

Kucing Busok diakui World Cat Federation (WCF)

Tahun 2022 menandai momen bersejarah bagi kucing Busok dan warisan feline Indonesia. Kucing Busok menerima pengakuan global sebagai ras asli Madura, Jawa Timur, oleh World Cat Federation (WCF) atau asosiasi internasional klub-klub kucing.

Pengakuan ini merupakan puncak dari upaya khusus lebih dari satu dekade. Menurut catatan IBRA (Indonesian Busok Raas Association), dorongan untuk pengakuan sebagai ras kucing Indonesia telah berlangsung sejak 2008. Pengakuan resmi oleh World Cat Federation sebagai ras yang berbeda mewakili pencapaian signifikan bagi Busok dan menetapkannya sebagai salah satu dari sedikit ras kucing Asia Tenggara yang benar-benar asli untuk menerima validasi internasional.

Sebagai upaya konservasi formal, ras ini sekarang memiliki organisasi independen yang dikenal sebagai IBRA (Indonesian Busok Raas Association), yang menurut laporannya kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2023), bekerja untuk mengkoordinasikan program pemuliaan, memelihara catatan genetik, dan mempromosikan kesadaran tentang ras luar biasa ini, baik di dalam Indonesia maupun internasional.

Di luar kelangkaan dan makna budaya mereka, kucing Busok memiliki kualitas praktis. Di dalam panduan perawatan yang diterbitkan oleh Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI, 2022), bahwa kucing Busok relatif mudah dipelihara. Mereka hanya membutuhkan perawatan sesekali untuk menjaga bulu mereka sehat dan bebas dari kusut.

Sifat praktis ini dikombinasikan dengan penampilan mencolok dan temperamen lembut kucing Busok. Menjadikan mereka kandidat ideal untuk program pemuliaan terkontrol yang bertujuan memastikan kelangsungan hidup mereka.

Refleksi Hari Kucing Sedunia

Saat merayakan Hari Kucing Sedunia, kisah kucing Busok berfungsi sebagai inspirasi sekaligus peringatan. Ini menunjukkan bagaimana pengetahuan tradisional dan rasa hormat budaya dapat melestarikan harta genetik, sambil juga menyoroti kerapuhan keanekaragaman hayati di dunia kita yang saling terhubung.

Kucing Busok mewakili lebih dari sekadar ras lain. Ia mewujudkan koneksi mendalam antara komunitas manusia dan teman hewan mereka, pentingnya praktik konservasi pribumi, dan kebutuhan berkelanjutan untuk melindungi keberagaman genetik di dunia yang semakin homogen.

Pengakuan global terhadap kucing Busok membuka kemungkinan baru untuk konservasi melalui kolaborasi internasional. Penggemar kucing di seluruh dunia sekarang memiliki kesempatan untuk berkontribusi pada upaya pelestarian, baik melalui mendukung inisiatif IBRA, mempromosikan kesadaran, atau berpartisipasi dalam program pemuliaan yang dikelola dengan hati-hati yang menghormati asal-usul ras dan keinginan komunitas Pulau Raas.

Pada Hari Kucing Sedunia ini, kucing Busok berdiri sebagai bukti keberagaman luar biasa teman feline manusia dan pentingnya melestarikan warisan genetik yang unik. Dari pantai terpencil Pulau Raas, kucing-kucing luar biasa ini mengingatkan kita bahwa beberapa hadiah alam yang paling berharga ada di tempat-tempat yang paling tidak terduga, dilindungi oleh komunitas yang memahami nilai tak tergantikan mereka.

Selamat Hari Kucing Sedunia, Busok!

Karyn Eka Putri

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top