
JAKARTA – Setelah lebih dari tiga tahun, Lady Gaga akhirnya kembali tampil di New York City. Penampilan terakhirnya di kota ini terjadi pada 2022 lewat konser The Chromatica Ball di MetLife Stadium.
Kini, sang Mother Monster pulang ke rumah, membuka rangkaian tur dunia barunya bertajuk The Mayhem Ball dengan enam pertunjukan megah yang dimulai di panggung bersejarah Madison Square Garden (MSG). Bagi Gaga sendiri, kembali ke MSG adalah momen penuh arti. Di sinilah ia pernah membangun reputasi global lewat tur Monster Ball dan ArtRave.
Malam itu, selama lebih dari dua jam, Gaga membius penonton dengan parade hits dunia, lagu-lagu B-side yang dicintai penggemar, hingga karya terbaru dari album Mayhem. Semua dibalut dalam pertunjukan teatrikal yang sarat narasi, visual gotik, dan “kekacauan” artistik khas Gaga.
Opera Rock di Tengah Kekacauan
Sebagaimana yang ditulis Billboard, konsep The Mayhem Ball menghadirkan Gaga dalam format opera rock naratif. Kisah yang diangkat menggambarkan pergulatan seorang perempuan bernama Stefani Germanotta melawan alter egonya sendiri yang dikenal dunia dengan nama Lady Gaga.
Panggung bergaya proscenium gotik, dialog tertulis, hingga tata panggung dramatis menjadikan konser ini seperti sebuah musikal modern.
Pada akhirnya, “konflik” itu menemukan titik temu, yang mana Gaga menyatukan sisi rapuh dan sisi flamboyannya dalam harmoni yang memukau.
Keadilan untuk Artpop
Banyak penggemar sempat kecewa saat Gaga tidak membawakan lagu dari album eksperimentalnya, Artpop (2013), di festival Coachella.
Namun kali ini ia menebusnya. Lagu pembuka Aura dan hit Applause dibawakan penuh energi, membuat Garden bergemuruh. Dua nomor itu menjadi penegasan bahwa Artpop tetap memiliki tempat spesial di hati sang bintang dan para Little Monsters.
Air Mata di Kota Kelahiran
Salah satu momen paling emosional datang saat Gaga menyanyikan Die With a Smile. Usai lagu itu, ia berhenti sejenak, menatap penonton, dan menyampaikan pidato menyentuh.
“New York, kalian menjadikanku bintang, kalian membesarkanku. Terima kasih telah selalu percaya padaku. Senang sekali rasanya bisa kembali ke rumah.” ucap Gaga, sebagaimana ditulis Billboard, Minggu (24/8/2025).
Malam itu, Gaga hadir sepenuhnya bagi penggemarnya. Ia menghadirkan sisi rapuhnya sekaligus perkasanya.
Hair: Persembahan untuk New York
Untuk pertama kalinya sejak tur Born This Way Ball berakhir pada 2013, Gaga membawakan Hair. Duduk di depan piano, ia memimpin penonton menyanyikan lagu yang menjadi anthem kebebasan dan pemberdayaan. Dengan suara bergetar, ia berkata: “Saya yakin semua album saya lahir karena New York, tapi album ini pasti tidak akan ada tanpa kota ini. Lagu ini untuk kalian semua.”
Momen itu menjadi doa musikal tentang mimpi, harapan, dan kebebasan yang dinyanyikan bersama ribuan suara di MSG.
Album Mayhem di Panggung
Meski nostalgia hadir, tur ini berfokus pada album Mayhem. Hampir semua lagunya dibawakan, mulai dari Abracadabra yang eksplosif, Perfect Celebrity yang gotik, hingga Garden of Eden yang membuat penonton memberi tepuk tangan panjang.
Pertunjukan tersebut menegaskan Gaga masih berada di puncak kreativitasnya, mengubah setiap “kekacauan” menjadi seni panggung yang tak terlupakan.
Sorotan untuk Little Monsters
Tak hanya Gaga yang jadi sorotan, para penggemar pun tampil total. Lorong-lorong MSG dipenuhi Little Monsters dengan busana ala Gaga, dari gaya era Mayhem hingga rekaan ulang karakter video musik Abracadabra.
Di tengah konser, Gaga turun ke lantai dansa saat menyanyikan Vanish Into You, menyapa penonton, menandatangani poster, menerima bunga, hingga mengenakan jaket olahraga merah pemberian penggemar.
Di bagian belakang jaket itu tertulis pesan sederhana namun kuat: Monsters Never Die.
Kilau yang Tak Pernah Padam
The Mayhem Ball membuktikan bahwa Gaga bukan hanya seorang penyanyi pop, melainkan seniman pertunjukan yang selalu menghadirkan narasi emosional di balik setiap lagunya.
Malam di Madison Square Garden itu menjadi lebih dari sekadar konser. Ia adalah perayaan rumah, pengakuan diri, dan cinta tanpa batas antara Gaga dan penggemarnya.
New York adalah tempat lahirnya Lady Gaga dan malam itu, kota ini kembali bersinar bersama bintang terbesarnya.
Rasinesia