
JAKARTA – Pada Rabu (7/1/2026) masyarakat Kinali melakukan tradisi maapam di halaman kantor Wali Nagari Kinali, Pasaman Barat. Kegiatan ini dimulai pada pukul 11.00 WIB dan diikuti oleh seluruh masyarakat Kinali.
Umumnya, tradisi ini dilakukan setiap dua bulan sebelum datangnya bulan Ramadan, tepatnya di bulan Rajab. Namun, pelaksanaan maapam kali ini juga dianggap istimewa sebab bertepatan dengan hari ulang tahun Pasaman Barat yang ke 21 tahun.
Sebelum memasak adonan untuk dijadikan kue apam, biasanya parutan kelapa dimasak terlebih dahulu di atas tungku sampai terlihat hitam pekat. Hal ini berguna agar saat memasak adonannya, adonan tersebut tidak menempel di kulit tungkunya.

Adonan yang sudah siap dimasak setelah itu dituangkan. Perlu diperhatikan, takaran adonan yang pas dapat mempengaruhi bentuk dan tekstur kue apam.
“Kalau tidak tepat adonannya, nanti kuenya ada yang masih cair. Kalau terlalu pekat, apamnya jadi keras,” ujar Ibu Ita, salah satu warga yang mengikuti kegiatan maapam basamo, Rabu (7/1/2026).
Dalam suasana yang menyenangkan itu, maapam selesai dilaksanakan sekitar pukul 13.00 WIB. Di sela sela maapam, dilakukan juga yang disebut dengan mandoa. Kegiatan ini dilakukan oleh kaum pria saja. Sedangkan, kaum wanita tetap berada di halaman untuk memasak apam.
Baca Selengkapnya: Kemegahan Kristal di Kota Es, Mengulik Sejarah dan Transformasi Festival Es Harbin
Mandoa menjadikan tradisi ini juga sarat akan nilai-nilai religius. Doa-doa dipanjatkan untuk mengungkapkan rasa syukur, doa keselamatan dan kelancaran menjelang datangnya bulan Ramadan, dan turut berdoa untuk sanak saudara yang telah berpulang.
Maapam basamo yang juga bertepatan di hari ulang tahun Pasaman Barat ini dapat menjadi wujud dari salah satu bentuk pelestarian budaya. Melalui keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, tradisi ini tidak hanya menjaga nilai-nilai adat, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan identitas kultural masyarakat Kinali.
Kehadiran unsur keagamaan dalam pelaksanaannya semakin menegaskan bahwa maapam basamo merupakan tradisi yang sarat makna, baik secara sosial maupun spiritual.
Nayla Aprilia

