Memasuki Tahun Keenam, “Antardunia dalam Puisi” Jadi Tema Besar Pertemuan Lintas Seni di Payakumbuh Poetry Festival 2025

Suasana di Payakumbuh Poetry Festival 2024. Foto: Payakumbuh Poetry Festival

 

JAKARTA – Payakumbuh Poetry Festival (PPF) kembali hadir tahun ini. Di tahun keenam pelaksanaannya, PPF 2025 mengusung tema “Antardunia dalam Puisi”. Festival ini bakal berlangsung
pada 27-29 November mendatang.

PPF 2025 menyiapkan beberapa program, mulai dari sayembara manuskrip puisi, rangkaian workshop dan diskusi, hingga pertunjukan puisi bunyi dan puisi visual.

“Tema “Antardunia dalam Puisi” mengajak kita merayakan puisi sebagai ruang pertemuan antara berbagai bentuk seni dan pengalaman budaya. Puisi tidak hanya hadir sebagai teks, tetapi juga bisa menjelma menjadi suara, gambar, gerak, atau pertunjukan. Melalui lintasan antarmedium ini, puisi membuka kemungkinan baru bagi cara kita merasakan dan mengekspresikan dunia” jelas Roby Satria, Direktur PPF, ketika diwawancara terkait tema PPF 2025, Kamis (20/11/2025).

Lebih jauh Roby menjelaskan bahwa, tema tersebut juga menyoroti pertemuan antara beragam pengalaman budaya, di mana bahasa, latar, dan tradisi yang berbeda saling bertukar makna. “Antardunia dalam Puisi”, lanjutnya, merupakan jalan setapak untuk memahami bahwa setiap puisi membawa dunia lain yang bisa kita masuki bersama.

Baca Selengkapnya: Gerakan “Punk” Senyap di London: Seniman Muda Bagikan Kartu Keanggotaan Galeri untuk Masuk Gratis ke Museum Seni

Dari rangkaian program PPF 2025, sayembara manuskrip puisi sebuah program kolaborasi dengan Manajemen Talenta Nasional Bidang Sastra telah selesai tahap penjurian.

Terdapat 5 Manuskrip Terbaik dan 5 Manuskrip Terpilih dari penyair dari berbagai wilayah di Indonesia. Naskah-naskah tersebut dinilai oleh tim dewan juri yang diisi Gust tf, Inggit Putria Marga, serta Raudal Tanjung Banua.

5 Manusktip Terbaik & Terpilih

Untuk 5 Manuskrip Terbaik muncul nama Adriansyah Subekti (Banyumas); Polanco Surya Achri (Yogyakarta); Badrul Munir Chair (Grobogan); Dandri Hendika (Solok Selatan); dan Arif Purnama Putra (Padang).

Sementara untuk 5 Manuskrip Terpilih diraih oleh Andreas Mazland (Riau); Galeh Pramudita Arianto (Tanggerang Selatan); Mohammad Habibi (Sumenep); Wawan Kurniawan (Soppeng); dan Bima Yusra (Lampung).

“Para penyair yang telah terpilih akan difasilitasi untuk mengikuti mentoring bersama 5 sastrawan Indonesia. Selain itu, nantinya pada helat PPF, mereka juga akan berbagi pengalaman dengan siswa-siswa di Kota Payakumbuh dan Kab. Lima Puluh Kota.” ungkap Roby.

PPF 2025  sendiri merupakan festival sastra yang khusus mengangkat khazanah puisi Indonesia sebagai titik berangkat perayaan. Tidak hanya puisi sebagai produk sastra tetapi juga puisi sebagai bahan alih wahana ke medium-medium seni lainnya.

PPF 2025 merayakan puisi sebagai sumber untuk menggali ilmu-pengetahuan sekaligus bahan untuk mendialogkan nilai-nilai lintas-budaya demi membangun kehidupan bersama yang lebih baik.

PPF 2025 juga menjadi ajang berkolaborasi dengan berbagai kelompok (baik kelompok seni-budaya atau kelompok masyarakat) sehingga terjadi hubungan-hubungan baru antara penikmat sastra dan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Tahun ini, penyelenggaraan PPF didukung oleh Kementerian Kebudayaan.

“Kami juga berharap PPF dapat hadir sebagai medium transformasi puisi kepada khalayak ramai” tutup Roby.

Rasinesia

1 komentar untuk “Memasuki Tahun Keenam, “Antardunia dalam Puisi” Jadi Tema Besar Pertemuan Lintas Seni di Payakumbuh Poetry Festival 2025”

  1. Pingback: Payakumbuh Poetry Festival dan MTN Seni Budaya Kolaborasi Kembangkan Penyair Muda: Pemenang Sayembara Ikuti Mentoring Intensif MTN Lab – Rasinesia

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top