
JAKARTA – Astronot National Aeronautics and Space Administration (NASA) Jonny Kim, ditemani oleh kosmonot Roscosmos Sergey Ryzhikov dan Alexey Zubritsky, sedang bersiap untuk meninggalkan Stasiun Luar Angkasa Internasional dengan pesawat ruang angkasa Soyuz MS-27 dan kembali ke Bumi
Dilansir dari laman NASA, Kim, Ryzhikov, dan Zubritsky akan lepas landas dari modul Prichal stasiun tersebut pada pukul 20.41 EST pada hari Senin, 8 Desember 2025, menuju pendaratan dengan bantuan parasut pada pukul 00.04 pada hari Selasa, 9 Desember (10.04 waktu setempat di Kazakhstan), di stepa Kazakhstan, di tenggara kota Dzhezkazgan.
Upacara pergantian komando stasiun luar angkasa dimulai pukul 10.30 pagi, Minggu, 7 Desember, di NASA+ dan kanal YouTube NASA. Rzyhikov akan menyerahkan komando stasiun kepada astronaut NASA Mike Fincke untuk Ekspedisi 74, yang dimulai bersamaan dengan pelepasan Soyuz MS-27.
Kim dan rekan-rekannya sedang menyelesaikan misi 245 hari di stasiun tersebut. Setelah misi berakhir, mereka akan mengorbit Bumi sebanyak 3.920 kali dan menempuh jarak hampir 104 juta mil.
Baca Selengkapnya: Mendarat di California, Misi SpaceX Crew-10 NASA Kembali
Ini adalah penerbangan pertama Kim dan Zubritsky ke laboratorium yang mengorbit tersebut, sementara Ryzhikov mengakhiri perjalanan ketiganya ke luar angkasa.
Setelah mendarat, ketiga awak akan terbang dengan helikopter ke Karaganda, Kazakhstan, tempat tim pemulihan bermarkas. Kim akan naik pesawat NASA dan kembali ke Houston, sementara Ryzhikov dan Zubritsky akan berangkat ke pangkalan pelatihan mereka di Star City, Rusia.
Cakupan jadwal peliputan NASA yang dapat dilihat di laman resmi dan kanal NASA+ hingga Amazon Prime adalah sebagai berikut (semua waktu Timur dan dapat berubah berdasarkan operasi waktu nyata):
Minggu, 7 Desember
10.30 – Upacara pergantian komando Ekspedisi 73/74
Senin, 8 Des:
16.45 – Liputan perpisahan dan penutupan palka
17:10 – Penutupan palka
20:15 – Cakupan pembatalan
20:41 – Melepas dok
22:30 – Liputan deorbit dan pendaratan
23:10 – Pembakaran deorbit
Selasa, 9 Des:
00.04 – Mendarat
Selama lebih dari 25 tahun, manusia telah hidup dan bekerja tanpa henti di Stasiun Luar Angkasa Internasional, memajukan ilmu pengetahuan dan menciptakan terobosan penelitian yang mustahil dilakukan di Bumi.
Stasiun ini merupakan landasan uji coba penting bagi NASA untuk memahami dan mengatasi tantangan penerbangan luar angkasa jangka panjang serta memperluas peluang komersial di orbit rendah Bumi.
Seiring perusahaan-perusahaan komersial berfokus pada penyediaan layanan dan tujuan transportasi luar angkasa manusia sebagai bagian dari ekonomi orbit rendah Bumi yang tangguh, NASA memfokuskan sumber dayanya pada misi luar angkasa dalam ke Bulan sebagai bagian dari kampanye Artemis sebagai persiapan untuk misi manusia ke Mars di masa mendatang.
Rasinesia


Pingback: Morgan Stanley Turunkan Rating Tesla: Dampak pada Saham, AI, dan Masa Depan EV – Rasinesia