
JAKARTA – Setiap kali mendengar kata privilege, apa yang ada di pikiran kalian? Kaya raya? Atau Memiliki paras cantik? Topik pembicaraan tentang privilege memang tidak ada habisnya.
Namun, obrolan ini sering berhenti pada soal “siapa yang lebih beruntung” dan “siapa yang kekurangan.” Membandingkan diri kita dengan orang lain.
Uniknya, obrolan tentang privilege ini sering dibuka oleh orang-orang yang memang memiliki privilege itu sendiri, baik itu secara sadar atau tidak sadar. Jadi, tidak heran kalau perspektifnya sering bersifat subjektif.
Fakta pahitnya adalah hidup memang tidak adil. Namun, kabar baiknya, meskipun tidak semua orang lahir dengan privilege yang sama, kita bisa menciptakan privilege sendiri.
Nah, sebelum masuk ke bagaimana menciptakan privilege sendiri, kita perlu mengetahui apa sebenarnya arti dari privilege itu. Menurut KBBI, privilege berarti hak istimewa. Artinya, keuntungan yang dimiliki oleh kalangan tertentu.
Privilege bisa berbentuk apa saja. Misalnya, privilege memperoleh pendidikan, privilege diperlakukan baik di lingkungan sekitar, kebebasan beragama, bahkan memiliki tubuh yang sehat.
Kalau kita sadar, privilege bukan hanya apa yang kita dapat sejak lahir, tapi juga bisa dibentuk lewat usaha kita. Artinya, meski kita tidak lahir dengan “paket lengkap,” kita tetap bisa menciptakan privilege sendiri: entah lewat menambah ilmu dan keterampilan, memiliki tubuh yang sehat, atau mengelola keuangan dengan bijak.
Dengan kata lain, privilege bukan hanya warisan, tapi juga strategi hidup yang bisa dirancang. Semua itu juga privilege, hanya saja kadang kita tidak sadar.
Bagaimana Cara Membangun Privilege Versi Kita?
1. Berani keluar dari zona nyaman
Privilege tidak datang secara tiba-tiba. Kalau mau hidup lebih baik seperti orang-orang, kita harus berani mengambil langkah baru.
Kamu bisa mencoba pekerjaan yang belum pernah lakukan sebelumnya, naik level di bidang yang digeluti, atau belajar keahlian lain yang dibutuhkan saat ini.
Contohnya, banyak anak muda yang meski kuliahnya bukan IT atau desain, tetap belajar coding, desain grafis, atau digital marketing. Karena kalau kita punya keahlian yang berbeda dari orang lain, itu bisa jadi salah satu privilege yang kita ciptakan sendiri.
2. Sehat itu investasi
Tubuh yang sehat adalah bentuk privilege yang tidak kita sadari. Memiliki tubuh yang fit membuat kita bisa bekerja lebih produktif dan belajar dengan lebih fokus.
Sebaliknya, ketika sakit semua rencana yang sudah disusun bisa terganggu bahkan terhenti. Menjaga pola makan, rutin olahraga, istirahat cukup, serta mengelola stres adalah investasi jangka panjang. Oleh sebab itu, menjaga pola hidup sehat itu penting untuk menciptakan privilege dalam hidup.
3. Bijak mengatur keuangan
Banyak orang terjebak karena tidak bisa mengatur keuangannya. Padahal, kemampuan mengelola keuangan adalah bentuk privilege buatan yang sangat berharga.
Konsisten mencatat pengeluaran dan pemasukan, menabung, dan membuat dana darurat adalah sebuah investasi jangka panjang. Jadi, finansial yang sehat bukan hanya soal punya banyak uang, tapi tentang cara kita mengatur agar uang bekerja untuk kita.
Baca Selengkapnya: 5 Tips & Trik Bertahap Hidup Hingga Mengatur Keuangan di Akhir Bulan
Privilege memang tidak dimiliki semua orang dengan porsi yang sama. Ada yang sejak lahir sudah punya banyak keuntungan, ada juga yang harus berjuang dari nol.
Tetapi selama kita mampu merancang kehidupan kita, punya kesempatan untuk belajar, dan bisa membangun relasi, itu juga termasuk privilege yang patut disyukuri.
Mulai sekarang, cobalah melihat dunia dengan lebih luas. Ada orang yang harus kerja keras hanya untuk mendapatkan hal yang bagi kita terlihat “biasa.”
Di sisi lain, kita juga bisa pelan-pelan membangun privilege untuk masa depan—entah lewat ilmu, kesehatan, keuangan, atau pertemanan. Karena sebenarnya, privilege bukan cuma soal warisan, tapi juga soal strategi yang kita ciptakan sendiri.
Adela Damanik