Program Pelatihan Siber Internasional Sesi Kedua Positive Hack Camp 2025 Berakhir

Foto bersama peserta Positive Hack Camp 2025. Foto: Positive Technologies

JAKARTA – Positive Technologies bersama Positive Education baru-baru ini mengadakan Positive Hack Camp di Moskow, yaitu program pendidikan berskala global yang ditujukan untuk melatih generasi baru profesional di bidang keamanan siber.

Lebih dari 90 profesional muda dari 25 negara di Asia, Afrika, dan Timur Tengah menerima pelatihan peretasan etis langsung dari para ahli.

Acara yang berlangsung di Moskow pada 26 Juli–10 Agustus ini menghadirkan lebih dari 90 peserta muda dari 25 negara di Asia, Afrika, dan Timur Tengah.

Mereka menerima pelatihan peretasan etis langsung dari para ahli. Acara ini diselenggarakan dengan dukungan Kementerian Pengembangan Digital, Komunikasi, dan Media Massa Rusia.

Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah peserta terbanyak, sekaligus mengambil peran penting dalam acara ini.

Pada hari terakhir Positive Hack Camp, JSC Positive Technologies menandatangani perjanjian kerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat yang diwakili oleh Rektor UNU NTB, Dr. Baiq Mulianah, M.Pd.I.

Upacara penutupan juga dihadiri oleh Boris Miroshnikov, Presiden Asosiasi Nasional untuk Keamanan Informasi Internasional, dan Ilya Gurov, Wakil Direktur Eksekutif Pertama Masyarakat Geografis Rusia.

Baiq Mulianah mengatakan kerja sama ini menjadi langkah awal menuju kolaborasi berkelanjutan dengan pengaruh yang signifikan.

“Langkah ini bukan sekadar upacara penting, melainkan komitmen Indonesia untuk memperkuat sinergi dunia pendidikan dan industri teknologi.” ucapnya, dalam keterangan pers, Selasa (19/8/2025).

Hal serupa disampaikan, Prof. Dr. Ir. K.H. Mohammad Nuh, DEA, sebagai Ketua Dewan Pembina Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Beliau mengatakan bahwa keamanan siber bukan lagi sekadar isu teknis.

“Ini adalah tantangan bersama yang membutuhkan kerja sama yang lebih baik dan pemanfaatan AI yang lebih cerdas,” jelasnya.

Pelatihan langsung harus diintegrasikan ke dalam kurikulum, yang mencakup etika digital, hukum siber, dan perlindungan privasi. Integrasi ini memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya menjadi pembela yang terampil, tetapi juga menjadi warga digital yang bertanggung jawab.

“Itulah sebabnya program yang diselenggarakan oleh Positive Technologies ini sangat penting, tidak hanya saat ini, tetapi juga untuk masa depan.” ucap Nuh.

Selama dua minggu, kurikulum Positive Hack Camp membahas berbagai topik penting dalam keamanan siber, mulai dari pemindaian infrastruktur jaringan dan teknik rekayasa sosial hingga pengujian aplikasi web dan etika profesional.

Selain sesi pembelajaran intensif, para peserta juga merasakan budaya Rusia yang semarak, menjelajahi landmark terkenal Moskow, dan menemukan warisan sejarah negara yang kaya.

Dukungan juga datang dari pemerintah Indonesia. Tenaga ahli dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menilai, kemitraan UNU NTB dan JSC Positive Technologies akan mempercepat transfer teknologi sekaligus memperkuat ekosistem keamanan siber nasional.

Sementara itu, Jose Antonio Morato Tavares, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Federasi Rusia mengatakan, keamanan siber merupakan tantangan global yang tentunya membutuhkan upaya kolaboratif.

“Acara ini dapat membekali para profesional muda kita dengan kapasitas kolektif untuk mengatasi tantangan bersama ini. Saya bangga para profesional Indonesia hadir bersama kita. Mereka melek teknologi. Seiring dunia kita semakin terdigitalisasi, negara-negara kita harus mengembangkan kapasitas kolektif untuk mencegah serangan siber dan menjadikan lingkungan digital kita lebih aman bagi semua orang.” tutupnya.

Tentang Positive Hack Camp

Program tahunan internasional Positive Hack Camp berfokus pada keamanan siber praktis. Sekitar 70 profesional muda dari 20 negara, termasuk India, Indonesia, Iran, Malaysia, UEA, Arab Saudi, dan Afrika Selatan, hadir pada acara pertama di Moskow pada Agustus 2024.

Selain proyek-proyek pendidikan, Positive Technologies setiap tahun menyelenggarakan acara-acara besar seperti festival keamanan siber internasional Positive Hack Days untuk memfasilitasi pertukaran pengalaman dan ide antar pakar keamanan siber dari berbagai negara.

Pada Mei 2025, festival ini menjadi yang terbesar dalam sejarahnya: selama tiga hari, festival ini menarik lebih dari 150.000 pengunjung, termasuk ratusan tamu internasional dari lebih dari 40 negara.

Adela Damanik

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top