
JAKARTA – Berbicara soal film, perjalanan perfilman Indonesia tidak dapat dipisahkan dari sosok Usmar Ismail Marzuki –Bapak Perfilman Indonesia. Sejak ketertarikannya dengan dunia sastra, teater, dan jurnalistik yang kemudian menjadi pondasi awal mendirikan Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini) pada tahun 1950. Perfini kemudian memproduksi film Darah dan Doa sebagai film pertama hasil karya anak bangsa.
Usmar menegaskan bahwa film Indonesia adalah karya anak bangsa yang merefleksikan identitas, sejarah, dan dinamika masyarakatnya. Hal inilah yang menjadi dasar baginya untuk mendirikan ajang penghargaan Piala Citra.
Kata ini awalnya merupakan judul sajak yang ia tulis pada 1943, kemudian diaransemen menjadi lagu oleh Cornel Simanjuntak dan dipentaskan sebagai sandiwara oleh kelompok Maya.
Sementara itu, Festival Film Indonesia (FFI), bermula pada tahun 1955 saat Usmar Ismail bersama Djamaluddin Malik memelopori festival film nasional sebagai respons terhadap situasi perfilman yang terdesak oleh dominasi film impor.
Festival itu menjadi wadah bagi produser, pekerja film, dan kritikus untuk bersatu dalam memajukan industri film Indonesia. Dari sinilah FFI tumbuh menjadi ajang apresiasi tertinggi yang terus bergulir melewati berbagai era dari masa kejayaan, masa vakum, hingga kebangkitan kembali pada 2000-an.
Menjelang akhir tahun 2025, FFI kembali membawa harapan dan semangat baru bagi sineas perfilman Indonesia. Ajang bergengsi ini telah digelar pada Kamis (20/11/2025) malam di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
Pangku terpilih sebagai Film Cerita Panjang Terbaik. Debut penyutradaraan aktor Reza Rahadian dalam film Pangku juga memenangkan Piala Citra untuk kategori Penulis Skenario Asli Terbaik. Reza sendiri tercatat sudah mengantongi tujuh Piala Citra.
Sementara itu, rekan penulis skenario Reza di film Pangku, Felix K. Nesi, juga menjadi sorotan, yang mana penghargaan tahun ini menjadi Piala Citra pertama baginya.
Baca Selengkapnya: “Sore: Istri dari Masa Depan” Jadi Film Perwakilan Indonesia di Oscar 2026
Momen istimewa ini juga datang dari Omar Esteghlal yang untuk pertama kalinya berhasil membawa pulang Piala Citra sebagai Pemeran Pendukung Pria Terbaik melalui perannya dalam film Pengepungan di Bukit Duri. Film tersebut tidak hanya memenangkan kategori itu, tetapi juga berhasil membawa pulang sejumlah piala lainnya, termasuk Penata Rias Terbaik (Novie Ariyanti), Penata Efek Visual Terbaik (Abby Eldipie, Kalvin Irawan, Qanary Studio, LMN Studio, GAJAFX & NO3G Visual Effects), Pengarah Sinematografi Terbaik (Ical Tanjung, I. C. S.), Penata Musik Terbaik (Aghi Narottama), dan Penata Musik Terbaik (Aghi Narottama).
Setelah ranngkaian sorotan tadi, berikut adalah daftar lengkap para pemenang iala Citra Festival Film Indonesia 2025.
– Film Animasi Pendek Terbaik
So I Pray
– Film Animasi Panjang Terbaik
Jumbo
– Film Cerita Pendek Terbaik
Sammi, Who Can Detachh His Body Parts
– Penata Busana Terbaik
Victoria Esti Wahyuni – The Shadow Strays
– Penata Rias Terbaik
Novie Ariyanti – Pengepungan di Bukit Duri
– Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik
Christine Hakim – Pangku
– Pemeran Pendukung Pria Terbaik
Omar Esteghlal – Pengepungan di Bukit Duri
– Penata Efek Visual Terbaik
Abby Eldipie, Kalvin Irawan, Qanary Studio, LMN Studio, GAJAFX & NO3G Visual Effects – Pengepungan di Bukit Duri
– Penyunting Gambar Terbaik
Hendra Adhi Susanto – Sore: Istri dari Masa Depan
– Pengarah Artisitik Terbaik
Eros Eflin – Pangku
– Pengarah Sinematografi Terbaik
Ical Tanjung, I. C. S. – Pengepungan di Bukit Duri
– Penulis Skenario Asli Terbaik
Reza Rahardian dan Felix K. Nesi – Pangku
– Penulis Skenario Adaptasi Terbaik
Widya Arifianti & Sabrina Rochelle Kalangie – Home Sweet Loan
– Film Dokumenter Pendek Terbaik
Sie
– Film Dokumenter Panjang Terbaik
Tambang Emas Ra Ritek
– Penata Musik Terbaik
Aghi Narottama – Pengepungan di Bukit Duri
– Pencipta Lagu Tema Terbaik
Gerald Situmorang, Iga Massardi & Asteriska – Sore: Istri dari Masa Depan (Judul Lagu: Terbuang Dalam Waktu)
– Pemeran Utama Pria Terbaik
Ringgo Agus Rahman – Panggil Aku Ayah
– Pemeran Utama Perempuan Terbaik
Sheila Dara Aisha – Sore: Istri dari Masa Depan
– Sutradara Terbaik
Yandy Laurens – Sore: Istri dari Masa Depan
– Film Cerita Panjang Terbaik
Pangku
Adela Damanik

