
JAKARTA – Akhir bulan seringkali identik dengan kondisi “dompet kritis” dan drama “tidak makan.” Tanggal tua menjadi hal yang menakutkan, terutama bagi mahasiswa.
Uang mingguan atau bulanan yang sudah dijatah, tiba-tiba tinggal uang recehan yang hanya cukup buat beli mie instan atau telur.
Situasi seperti ini hampir dialami oleh semua mahasiswa yang memutuskan tinggal di rumah sewaan atau indekos.
Sama halnya seperti pengalaman akhir bulan yang dialami Tesa (20) seorang mahasiswi di salah satu universitas di Padang. Tesa biasanya mendapatkan uang mingguan dari orang tuanya, tetapi dengan jumlah yang tak menentu.
Hal ini tentu membuat Tesa sulit dalam mengatur keuangan pribadinya, apalagi ketika akhir bulan datang menjelang.
“Kalau kiriman belum datang dan sudah masuk akhir bulan, biasanya aku masak nasi goreng atau telur aja sih. Dan mengurangi yang namanya ‘minum kopi,’”ungkapnya saat diwawancarai pihak Rasinesia, Jumat (22/8/2025).
Tak hanya Tesa, cerita serupa juga dialami oleh Shamil (20). Ia biasanya dapat uang jajan seminggu sekali dari orang tua. Bedanya, uang itu sering tak habis sebelum minggu berikutnya sehingga ia masih bisa menyisihkannya untuk ditabung.
Namun, kalau uang kiriman dan tabungan sudah habis menjelang akhir bulan karena kebutuhan tertentu, Shamil lebih memilih berpuasa atau makan sehari sekali.
“Aku sih biasanya makan sehari itu cuma sekali kalau uang sudah benar-benar tidak cukup buat tiga hari ke depan,” ungkapannya.
Tetapi, cerita lain datang Tari (21), mahasiswi yang cukup cerdas dalam mengatur keuangannya. Setiap kali dapat kiriman uang dua mingguan dari orang tuanya, ia selalu menyisihkan Rp50 ribu.
Selain itu, Tari juga menambah uang jajan dari kerja paruh waktu di sebuah warung kopi.
“Uang kirimanku dikasih setiap dua minggu sekali dan aku selalu sisihkan Rp50 ribu tiap kali dapat kiriman baru. Just in case, ada pengeluaran dadakan,” jelasnya.
Dari pengalaman ketiga mahasiswa tersebut, dapat dilihat kalau setiap orang punya caranya masing-masing dalam bertahan hidup di tanggal tua.
Nah, bagi kamu khususnya mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan, berikut beberapa tips dan trik yang bisa kamu lakukan saat menghadapi tanggal tua:
Sisihkan uang di awal
Cara paling simpel buat mengatur keuangan adalah langsung mengamankan uang di awal, seperti yang dilakukan oleh Tari. Tidak harus Rp50 ribu atau Rp20 ribu, bahkan Rp10 ribu pun juga sudah cukup jikalau nanti ada pengeluaran dadakan. Belum lagi, mahasiswa sering menghadapi biaya tambahan di luar budget.
Memanfaatkan sisa bahan makanan di dapur
Kalau sudah menjelang akhir bulan, biasanya hal yang paling sering dilakukan mahasiswa adalah masak mie instan atau telur. Tak hanya itu, kadang nasi goreng juga dapat menjadi pilihan yang tepat kalau uang sudah semakin menipis.
Dengan menggunakan sisa bahan seperti minyak, bawang merah, bawang putih, dan cabe merah, kamu bisa membuat nasi goreng yang sederhana.
Biasakan menabung dari sisa uang mingguan
Kalau masih ada sisa uang di akhir minggu, sebaiknya jangan buru-buru dihabiskan untuk beli kopi atau nongkrong.
Lebih baik disimpan seperti Shamil yang selalu menabung sisa uang mingguannya. Sisa-sisa uang receh tiap minggu itu dapat menjadi penyelamat ketika tanggal tua tiba.
Kerja sampingan
Sebagian besar mahasiswa memang masih mengandalkan kiriman dari orang tua. Namun, menambah uang jajan lewat kerja paruh waktu juga bisa menjadi pilihan yang cerdas.
Contohnya, bekerja di warkop atau freelance kecil-kecilan. Dengan begitu, ada tambahan pemasukan untuk ditabung dan dijauhkan dari yang namanya dompet kritis di akhir bulan.
Atur pola hidup
Kebanyakan mahasiswa zaman sekarang, terutama gen Z, pasti tak jauh dari yang namanya kopi dan nongkrong di coffee shop. Tak salah memang kalau sesekali, tetapi jika terlalu sering, dompet akan lebih cepat terkuras.
Nah, mengurangi kebiasaan ini akan menjaga uang tetap aman sampai kiriman selanjutnya.
*Adela Damanik merupakan seorang mahasiswa aktif jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Saat ini sedang aktif bergiat dalam UKMF Labor Penulisan Kreatif (LPK) FIB Unand
Adela Damanik
thanks infonya kakak, bermanfaat bgt
Pingback: Tips Mengatur Keuangan untuk Sandwich Generation – Rasinesia
Pingback: PRIVILEGE: KENYATAAN DI BALIK HIDUP YANG TAMPAK ADIL – Rasinesia